Fandom

Wikia One Piece

Chapter 766

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png


Smile
Chapter 766.png
Informasi Chapter
Volume: 78
Chapter: 766
Judul Jepang: スマイル
Judul Romanisasi: Sumairu
Jumlah Halaman: 17
Tanggal Rilis Jepang: 10 November 2014
Kronologi Chapter
Sebelumnya Selanjutnya


Chapter 776 berjudul "Smile".

Sampul Halaman

Penghormatan atas berakhirnya serialisasi Naruto. Luffy sedang makan ramen (makanan kesukaan Naruto Uzumaki) dengan Chopper di kepalanya dan Nami sebagai pelayan dengan desain pakaian Konohagakure di sebuah restoran. Seekor rubah kecil memakan ramen dan mengenakan kaos bergambar Uzumaki. Ada karakter lain di meja makan bersama Luffy, sedang makan daging (makanan kesukaan Luffy) tetapi ditutupi oleh Nami sehingga wajahnya tak terlihat. Namun, karena pakaian dan ukuran tubuhnya itu sangat tersirat bahwa dia adalah Naruto Uzumaki.

Alur Cerita

Tak jauh dari pulau Swallow, pulau tempat keluarga Donquixote berencana untuk menemui Corazon, tampak sebuah kapal Angkatan Laut yang sedang memata-matai. Namun sepanjang mereka menunggu, Doflamingo dan rekan-rekannya tak kunjung muncul.

"Doflamingo dan yang lainnya tak muncul-muncul juga.." ucap Angkatan Laut yang memimpin kapal itu, vice admiral Otsuru. "Dasar Sengoku.. darimana dia mendapat info ini?"

"Vice Admiral Otsuru!! Kapal pengawas di pulau Minion menghubungi!!" lapor salah seorang Angkatan Laut.

Otsuru pun mengangkat telepon dari Angkatan Laut lainnya yang mengawasi pulau Minon. Wanita tua itu kaget saat mendengar terjadi kobaran api di sana. "Kobaran api muncul dari markas Barrels!?"

"Ya!!" lapor Angkatan Laut yang mengawasi pulau Minion. "Kami akan mengeceknya!!"

"Bodoh!! Kalau mereka menemukan kalian, transaksinya akan dibatalkan!!" ucap Otsuru. "Coba periksa di sekitar pinggir pantai, dan apabila kalian melihat orang mencurigakan segera laporkan!!"

"Baik!!"

"Kapten Barrels, bertahanlah!!" anak buah kapten Barrels khawatir, sementara sang kapten sendiri malah lebih mengkhawatirkan buah setannya yang dicuri. "Tak usa pedulikan lukaku, cepat ambil kembali buah Ope Ope itu!! Transaksi ini nilainya lima milyar!!"

Tampak orang-orang yang sebelumnya berhasil mengepung Corazon kini telah tumbang. Semuanya terkapar di atas tanah bersalju.

Corazon berhasil sampai di tempat Law sambil membawa buah itu, buah Ope Ope. "Cora-san!!" Law kaget. "Lihat, ini dia buah Ope Ope!!" ucap Corazon.

"Senang melihatmu baik-baik saja.." ucap Law. "Bangunannya terbakar dan aku mendengar suara tembakan.. kupikir.. hah.. sesuatu pasti terjadi.."

"Hei, tak ada waktu untuk membicarakannya, berbahagialah!! Buah ini akan menyelamatkan hidupmu!!"

"Tapi tak ada yang menjamin kalau aku memakan buah itu.. aku akan sembuh.." "Apa yang kau katakan!? Kau pasti akan sembuh, ayo cepat makan!!"

Corazon memasukan bulat-bulat buah itu ke mulut Law. "Uukh!! Apa yang kamu!! Hmph!!" akhirnya mau tak mau Law menelan buah itu.

"Heh.. Cora-san!! Secara psikologis aku masih belum siap.. untuk menjadi.. pengguna buah se.." Law kaget, setelah memberinya buah itu tubuh Corazon tiba-tiba saja jatuh terjungkal. "Cora-san!? Hei!!"

"Tak apa.. hah.. sekarang kamu bisa.. menyembuhkan dirimu.." ucap Corazon. "Kita telah mengecoh Doflamingo.. kita menang..!!" Corazon terengah-engah, kondisi tubuhnya begitu parah setelah mengalahkan orang-orang tadi.

"Hah.. tapi Doffy.. dia tak akan berhenti hanya karena ini.. Maafkan aku, tapi.. aku harus memintamu untuk melakukan sesuatu.."

"Ada apa, Cora-san!? Apa kau kelelahan...!?" Corazon lalu merebahkan tubuhnya menghadap atas dan terlihatlah, begitu banyak bekas luka tembak di bagian depan tubuhnya.

"Uwaaah!!! Darahmu banyak sekali!! Cora-san, apa kau habis ditembak!?" "Haah.. hah.. yah.. aku agak ceroboh.."

"Apa kau mengerti yang telah kau lakukan ini, Cora-san!?" "Yah.."

"Ayolah.. sembuhlah.. hentikan pendarahannya.." Law mengarahkan telapak tangannya ke tubuh Law, ia berpikir kalau setelah memakan buah tadi, dia akan memiliki kemampuan penyembuh.

"Hahaha, kau ini lucu.." Corazon malah tertawa. "Sudah kubilang kan kemampuan ini tak bekerja seperti sihir.."

"Lalu apa yang harus kulakukan!? Kau terluka karena aku, kan!?"

"Law!! Aku baik-baik saja, aku tak akan mati hanya karena hal seperti ini.. aku ingin minta tolong sesuatu padamu.." Corazon mengambil sesuatu dari balik bajunya. "Entah di mana di bagian pulau ini terdapat kapal mata-mata Angkatan Laut, aku merasa sangat tidak enak memintamu saat kondisi tubuhmu sedang buruk, tapi.. ini harus sampai di sana.."

Yang Corazon ambil ternyata sebuah surat, yang dibungkus tabung kecil berlogo Angkatan Laut. "Bawalah surat ini ke Angkatan Laut, mereka pasti akan langsung mengerti saat membacanya. Dengan surat ini.. sebuah kerajaan bernama Dressrosa yang letaknya sangat jauh akan bisa diselamatkan.."

"Kerajaan? Angkatan Laut!?" Law tak mengerti.

"Dan setelah surat itu kau sampaikan, kita akan segera meninggalkan pulau ini.." ucap Corazon.

Law pun pergi sambil membawa surat itu, berusaha untuk mencari-cari angkatan laut. Akhirnya, ia melihat sekelompok Angkatan Laut.

"Angkatan Laut.."

Dan di belakang kelompok Angkatan Laut itu, terdapat Angkatan Laut yang berjalan seorang diri. "Dia sendirian.." Law pun berpikir untuk memberikan surat yang ia bawa ke Angkatan Laut yang berjalan seorang diri.

"Ambilah ini.." Law menyerahkan surat itu.

"Eh?" Angkatan Laut itu kaget, tapi saat ia melihat logo dari surat yang dikunci itu ia sadar. "Oh, surat dari intelejen. Seseorang mengirimu kemari, eh? terimakasih, surat ini pasti aman di tanganku.." ucap Angkatan Laut itu, yang sialnya ternyata itu Vergo. Law saat itu belum tahu kalau orang yang di depannya itu adalah bagian dari komplotan Doflamingo.

"Apa kau baik-baik saja, nak? kelihatannya kondisi tubuhmu buruk sekali.." ucap Vergo, yang juga belum tahu siapa anak yang ada di depannya itu.

"Bisakah aku mempercayaimu!?" tanya Law. "Eh? Kalau tentang surat ini, kau tak perlu khawatir.. sekarang ini akan jadi tanggung jawabku.."

"Ada seseorang.. aku mau kau menyelamatkan seseorang.. dia ditembak.. dia akan mati!!" Law memohon. "Tolong selamatkan dia!!! Aku tak mau dia mati..!! Dia tertembak karena aku!!"

Law pun membawa Vergo pada Corazon. "Cora-san, orang ini akan menolongmu!!" ucap Law. Tapi saat Corazon melihat Vergo, kedua orang itu sama-sama kaget.

"Vergo!?"

"Corazon!? Apa yang kau lakukan di sini!? Kelihatannya luka-lukamu serius!!" ucap Vergo, dan lalu ia sadar, "Eh!? Ta-tadi kau bicara!?"

"Sial, lagi-lagi aku ceroboh!!" ucap Corazon dalam hati. "Dan dari semua orang yang ada, kenapa harus orang ini!?"

Vergo kaget, "Huh, kalian saling tahu?" maksudnya Corazon dan anak yang ditemuinya itu.

"Vergo?" dalam hati Law kaget dan mengingat-ingat. "Vergo!?" Law pun ingat kalau Vergo adalah nama dari anggota Doflamingo yang sedang dalam misi rahasia. "Dia itu Vergo? Kenapa dia bersama dengan Angkatan Laut!?"

Vergo kemudian membuka surat yang diberikan padanya itu. "Berhenti! Jangan membacanya!!" teriak Corazon.

Corazon sendiri baru tahu, "Jadi misi rahasia Vergo adalah menyelinap ke dalam Angkatan Laut!? Sial sekali, dari semua Angkatan Laut yang mungkin ditemui.."

Setelah membaca semua isi surat itu, Vergo mengerto. "Sekarang aku mengerti, Rosinante.."

Buakkk!!! Vergo langsung menendang kepala Corazon hingga tertancap di dinding. "Cora-san!!!" teriak Law.

"Hentikan!!" teriak Law. "Kau itu Vergo!?"

"Vergo?" Vergo akhirnya tahu siapa anak yang ia temui itu. "Jadi ini berarti kau adalah bocah dari White city itu.. Law, kan? Aku tahu kalian berdua, dan bagaimana kalian berdua menghilang.."

"Tak bisa dipercaya, kalau kau tahu aku, berarti harusnya kau tahu juga.."

"Panggil aku Vergo-san!!!!" Vergo menghantam tubuh Law hingga terlempar jauh. "Gyaahh!!"

"Law!!"

"Surat yang kau berikan ini, kalau sampai Angkatan Laut tahu ini bisa jadi akhir bagi keluarga kita!! semua rencana kita akan musnah!!" ucap Vergo marah.

"Generasi kedua Corazon, lemah sekali sistem keamanan keluarga kita!!" Vergo kembali menyerang Corazon. "Sejak hari kau menghilang saat kau masih 8 tahun, lalu kemunculanmu kembali 14 tahun kemudian!!"

"Tolong hentikan!! Dia akan mati!!" Law tak tega.

"Doffy tak pernah mencurigaimu karena kau bilang kau itu adiknya!!" Vergo terus menghajar Corazon.

Selanjutnya Vergo menghubungi Doflamingo dengan den den mushi. Doflamingo kaget, "Apa yang kau katakan ini, Vergo?"

"Corazon ternyata mata-mata Angkatan Laut, dia berada di keluarga ini cuma untuk menjatuhkanmu. Dimana kau sekarang, Doffy?"

"Aku tadi melihat tempat pertemuannya, pulau Swallow dari kejauhan, dan ada dua kapal Angkatan Laut di sana.. aku tahu pasti ada sesuatu yang salah, jadi adikku sendiri memutuskan untuk menusukku dari belakang, huh?" Doffy marah tapi ia tak punya banyak waktu untuk menunjukan emosinya.

"Baiklah, aku akan mengatakannya sekali lagi, satu-satunya keluarga yang kumiliki adalah kalian, teman-teman!!"

Doflamingo telah sampai di pulau itu, bersama dengan semua anggota keluarganya yang lain. "Walaupun ini menyakitkan, tapi sepertinya aku benar. Aku baru saja sampai di pulau tempatmu berada, Minion.." ucap Doflamingo.

"Tapi mungkin aku akan sedikit terlambat, orang-orang Barrels yang kutemui sedang berlari bilang kalau buah setannya telah dicuri saat aku sampai. Aku yakin itu pasti ulah Corazon!! Kalau dia masih di sana, jangan biarkan dia kabur, dia memiliki buah Ope Ope itu!!"

"Yah, aku menger.. eh?" Vergo kaget, saat menoleh Law dan Corazon sudah tak ada di sana.

"Apa? Apa dia kabur? Tak masalah, dia pasti masih ada di sekitar sana.. aku tak akan membiarkannya lolos.." ucap Doflamingo, kemudian ia menggunakan kekuatan benangnya untuk menciptakan sangkar raksasa yang mengurung pulau itu.

"Hei, apa ini!? Benang yang keras dan tajam.." orang-orang di dalam tak bisa keluar. "Kita tak bisa keluar!!"

Di sisi Law, ia juga kaget. "Apa itu.." "Kurasa ini salah satu kemampuan Doffy.." jelas Corazon, yang lukanya makin parah. "Dan yang pasti, tak ada jalan untuk menyelamatkan diri.."

Corazon makin kaget saat tahu kalau Doflamingo juga menggunakan teknik parasit miliknya, mengendalikan orang-orang yang ada di dalam sana dengan kekuatan buah iblisnya.

"Parasit di dalam sangkar, hah? Sepertinya memang sudah tak ada harapan lagi bagiku.. tapi setidaknya aku masih bisa menyelamatkan Law.." pikir Corazon. "Akankah kau tetap mengingatku, meski aku sudah mati?"

"Law, kita akan pergi.." ucap Corazon. Law yang sempat tak sadarkan diri karena kondisi tubuhnya makin melemah kembali membuka matanya.

"Aku akan mati sambil tersenyum, ayo!!" ucap Corazon sambil memasang senyum ke arah Law.

"Karena saat di masa depan nanti kau mengenangku, aku ingin yang kau ingat adalah aku yang tersenyum.."

Referensi Cepat

Catatan Chapter

  • Halaman depan sebagai penghormatan atas berakhirnya serialisasi Naruto.
    • Beberapa tulisan pertama pada kertas menu di cover, masing-masing, menguraikan ナ ル と お つ カ レ 三 で し た (na-ru-to-otsu-kare-san-de-shi-ta). Digabungkan menjadi ナ ル ト お 疲 れ 様 で し た (Naruto otsukaresama deshita) yang diterjemahkan menjadi "Naruto, terima kasih atas kerja kerasnya".
    • Tiga fitur Bajak Laut Topi Jerami memiliki nama yang diawali dengan Na ( Nami ), Ru ( Rufi ) dan To ( Toni ), menjadi "Naruto" .
  • Transaksi Buah Iblis Ope Ope no Mi bernilai Berry.png 5.000.000.000.
  • Law memakan Buah Iblis Ope Ope no Mi.
  • Rosinante memiliki dokumen rahasia yang bisa membahayakan rencana Doflamingo untuk mengambil alih Dressrosa. Dia ingin Law untuk memberikannya kepada Angkatan Laut, tapi Law memberikannya kepada Vergo.
  • Vergo mempelajari tentang kepribadian ganda Rosinante dan memberitahu kepada Doflamingo.
  • Meskipun sebagai Corazon generasi kedua, Rosinante tidak menyadari misi dari Vergo.
  • Rosinante menghilang dari keluarga pada usia 8 tahun dan kembali 14 tahun kemudian.
  • Insiden yang membuat Law trauma terhadap perbuatan Vergo dengan pemukulan parah ditampilkan.
  • Doflamingo dan krunya tiba di Pulau Minion dan dia menggunakan "Sangkar Burung" untuk menjebak Law dan Rosinante.
  • Rosinante mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Law.

Karakter

Bajak Laut Angkatan Laut


Cerita Navigasi

Chapter Sebelumnya Chapter Selanjutnya
Arc Dressrosa
Chapter Manga
700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710
711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721
722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732
733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743
744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754
755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765
766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776
777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787
788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798
Episode Anime
629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639
640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650
651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661
662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672
673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683
684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694
695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705
706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716
717 718 719 720

Pranala Luar

            

Also on Fandom

Random Wiki