Fandom

Wikia One Piece

Episode 605

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Air Mata Tashigi! Penerobosan Penuh Keputusasaan G-5!
380px-Episode 605.png
← Previous Episode 605 Selanjutnya →
Informasi Jepang
Kanji たしぎの涙 G5決死の突破作戦
Romaji Tashigi no Namida - Jī-Faibu Kesshi no Toppa Sakusen
Tanggal Tayang {{{Tanggal Tayang}}}

Air Mata Tashigi! Penerobosan Penuh Keputusasaan G-5! adalah Anime One Piece Episode 605.

Alur Cerita

Punk Hazard. Shinokuni telah membuat Punk Hazard menjadi Tanah Kematian, Seluruh Gas beracun telah menyelimuti area Luar Laboratorium.

Di dalam Ruangan Caesar, tempat di mana dia menyaksikan siaran hasil eksperimennya dari monitornya.

“Kenapa?? Kenapa mereka ada di dalam Bangungan ini? Sial!! Para Broker tengah melihatnya juga, ini benar-benar penghinaan!!” Kata Caesar yang tengah melihat siaran tersebut, sembari berubah menjadi bentuk gasnya dan melayang ke sana-kemari kebingungan.

“Kelompok Topi Jerami dan Kelompok Angkatan Laut tengah menuju jalan Darurat!” Lapor si Anak buah Caesar.

Dengan wajah cukup Geram Caesar tampak tidak tahu dengan apa yang harus dilakukannya.

“Apa yang harus kulakukan?? Apa yang harus kulakukan??!!” Kata Caesar mengucapkannya berulang-ulang.

Sementara itu, pelan-pelan tapi pasti Chopper terlihat mengendap-endap keluar dari ruangan tersebut. Chopper berhasil keluar dan segera berlari dari tempat itu, sepertinya Monet mengetahui kalau ada yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.

“DAP!! DAP!! DAP!! DAP!!!”

“KYAAAA!! Hahh Haaaah haaaa! Master, dia seperti Iblis! Sepertinya yang lain baik-baik saja! Syukurlah!” Kata Chopper yang berlari dari ruangan tersebut sembari membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.

“Aku tak tahu siapa yang melempar kertas ini? Apa sih pelempar ingin memberi tahu Kalau Luffy dan yang lainnya bisa melarikan diri! Tapi bagaimana mereka bisa keluar dari kurungan itu? Siapa yang melempar kertas ini? Aahh sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu. Aku adalah seorang Dokter. Aku harus menyelamatkan anak-anak, aku pun telah menemukan formula dari obat itu dan penawarnya! Tunggu anak-anak, apapun yang terjadi aku akan menyelamatkan kalian!” Ucap Chopper sembari berlari melewati lorong-lorong Laboratorium dan membawa tas besar.

Namun, tiba-tiba Chopper merasa kebingungan. Mendadak dia segera menghentikan laju larinya.

“CIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTT!!!”

Chopper menoleh ke kiri dan ke kanan, Chopper menemukan cabang-cabang jalan.

“TUNGGU SEBENTAR! AKU HARUS LEWAT JALAN YANG MANA??” Seru Chopper yang bingung memilih cabang jalan yang akan ditemuinya.

Sementara itu, Caesar sedang merencanakan sesuatu terhadap para korban yang berhasil lolos dan menerobos Laboratorium.

“Di mana pasukanku?” Tanya Caesar kepada Anak Buahnya yang melapor itu.

“Mereka tengah menghadang jalan di bangungan A. Unit utama bersiap mencegat musuh di belakang Bangunan B” Jawab Anak buah tersebut.

Kemudian wajah Caesar sekilas tampak mendapatkan ide yang buruk.

“Hmmmm. Aku yakin mereka pasti ingin menyelamatkan diri dari pulau ini. Kalau begitu tujuan mereka sudah pasti........jalur yang mengarah langsung ke Bangunan R, Pintu Gerbang 66!” Ucap Caesar sembari membayangkan Peta Bangunan Laboratorium.

“Aku tak akan membiarkan mereka lolos. Tutup jalur antara Bangunan A dan Bangunan B! Tutup gerbangnya dan kunci rapat pintunya, lalu hancurkan Bangunan A! Dan membiarkan Shinokuni masuk” Kata Caesar dengan tegas memberi perintah kepada anak buahnya.

“Ta......tapi jika anda melakukan itu. pasukan kita di sana juga akan terbunuh.....” Jawab si anak Buah memohon agar teman-temannya diselamatkan dulu.

“CEPAT LAKUKAN SAJA!!” dan jangan lupa untuk pasangkan juga Denden Mushi!” Kata Caesar dengan tegasnya kepada anak buahnnya itu.

“Mas....Master!!” Ujar si Anak buah itu dengan wajah yang seakan-akan tak ingin melakukannya.

“Untuk para Broker, mari kita ulang kembali pembukaan eksperimen kita. Aku belum menunjukan kekuatan seorang ilmuwan sejati kepada mereka! CEPATLAH PERGI, DASAR TAK BERGUNA!!” Kata Caesar pada Anak buahnya.

“Baik!” Ucapnya anak buah tersebut dengan segera berlari dari tempat tersebut.

Para Broker lewat Denden Mushi, masih dengan sabarnya menanti kelanjutan dari tayangannya yang mereka saksikan itu. sementara itu Vergo tampak berjalan menjauh dari Caesar.

“Apa yang akan kau lakukan Vergo?” Tanya Caesar sembari berbalik badan.

“Hanya idiot yang jatuh oleh jebakan konyol seperti itu. bukan hanya kau yang akan kehilangan harga diri jika Law dan Smoker pergi, Caesar. Aku tak bisa mempercayaimu untuk masalah ini, aku akan memotong semuanya!” Kata Vergo sembari meregangkan otot tangan kirinya.

“Aneh yah! Aku tak menemukan pedangku?” Tanya Vergo kepada mereka berdua.

“Kau...bukanlah seorang pendekar pedang!” Jawab Monet dengan tegasnya kepada Vergo.

“Oh ya! Aku bukanlah seorang pendekar pedang. Baiklah aku akan pergi dan menghajar para sampah itu!” Ucap Vergo.

Vergo akan segera bergerak untuk menghalangi para Bajak Laut dan Angkatan Laut yang akan melancarkan serangan balasan.

Bangunan A. Luffy dan yang lainnya telah bergerak dan mereka semua bergerak dalam rombongan yang terpisah.

“DI MANA KAU CAESAR?” Teriak Luffy yang belari sembari menghajar anak buah Caesar.

“DUAGH! DUAGH! DUAGH!!”

Luffy sendirian menghajar para anak buah Caesar dan membuat mereka terpental ke lantai bawah. Tiba-tiba ada seorang mendekat Luffy.

“Aku tak akan memberiakanmu lolos Topi Jerami. Aku adalah penjaga di Bangunan B dan aku mantan bajak laut. Orang-orang memanggilku Machete Run!” Teriak orang yang bernama Machete Run dan juga seorang Centaurus dengan kaki manusia seperti laba-laba dan membawa pedang.

“ATAS NAMA MASTER CAESAR, ILMUWAN YANG PENUH KASIH.....!” Seru Machete sembari memutar-mutar pedang ke arah Luffy.

“Kau tak punya kaki binatang. Aku tak suka! Centaurus macam apa kau??” Ucap Luffy sembari melakukan teknik Gear 2 dan meloncat juga menendang wajah Machete lalu membuatnya terjatuh ke bawah.

“DUAGH!!”

“LABA-LABA!!” Ucap Machete sembari terjatuh ke bawah.

Luffy kembali berlari dan mendekati anak buah yang lain.

“MINGGIR KALAIN!!” Seru Luffy.

“BRUAKHH!”

Mereka semua terjatuh dari anak tangga akibat dorongan Luffy. lalu tiba-tiba suatu suara terdengar di dekat pintu penghubung bangunan.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

“Lorongnya besar sekali!” Ucap Luffy saat melewati pintu penghubung itu. setelah Luffy melewati pintu tersebut, Law dan Smoker tiba bersamaan dengan kekuatannya masing-masing.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

“Law? Suara apa itu?” Tanya Smoker yang ada di belakang Law.

“Itu adalah suara peringatan pintu gerbang yang akan ditutup. Dan itu satu-satunya jalan menuju pintu B. Kurasa dia ingin melemparkan kita keluar! Sebaiknya kau segera memerintahkan orang-orangmu untuk bergegas!” Kata Law.

“APA!!” Teriak Smoker.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Tanpa mendengarkan ucapan Law, Smoker bergegas masuk ke dalam Lorong Penghubung dengan kekuatannya dan diikuti oleh Law yang berjalan dibelakangnya.

Sementara itu masih di Bangunan A. Para Angkatan Laut G5 masih tidak mau memberikan Jalan kepada Kelompok Topi Jerami yang lain.

“Aku tak mengerti apa maksud Trafalgar Law saat dia mengatakan hanya memberi kami waktu 2 jam, tapi kami juga tak akan membiarkan kalian lolos Kelompok Topi Jerami. Tak ada tempat lagi!” Kata seorang Anggota sembari menodongkan senapannya dan diikuti dengan Anggota yang lain.

Sementara itu Tashigi masih memperhatikan mereka dari atas. Dan samar-samar dia mendengar suara bunyi peringatan pintu.

“Suara apa itu? Ucap Tashigi dalam hatinya.

Zoro, Brook dan Kinemon yang tampak ingin segera maju. Segera menyiapkan pedang-pedang mereaka.

“HENTIKAN HENTIKAN!” Seru Zoro.

3 orang yang menyerang dengan teknik pedang masing-masing, langsung menjatuhkan beberapa Angkatan Laut G5.

“JANGAN MENGHALANGI KAMI!!” Teriak Zoro menyerang diikuti Brook dan Kinemon di belakangnya.

“SLASH!! SAKITT!!”

“SLASH!! PANAS!!”

“SLASH!! DINGIN!!”

Chahige dan 3 teman yang lain tersenyum dan senang kepada mereka bertiga.

“Mereka memang bisa diandalkan, tiga pendekar pedang!” Seru Usopp.

“Yosh ayo maju!” Seru Sanji. Kemudian Chahige mulai bergerak. Zoro dan yang lain saling bertarung untuk membuka jalan.

“SLASH!! SLASH!! SLASH!!”

“Jika seperti ini, kita akan dengan mudah mencapai tempat anak-anak itu?” Kata Nami.

“Terima kasih telah memberi tumpangan Chahige?” Ujar Sanji berterima kasih.

“Tak perlu berterima kasih. Tapi kenapa kalian membawa naga itu??” Sahut Chahige.

Mereka kemudian menoleh kepada Naga kecil yang sedang ada di dekat pintu yang mereka bobol.

“Kami kira kami bisa melarikan diri dari gas itu dengan terbang bersamanya. Tapi ternyata dia tidak bisa terbang” Kata Sanji menjelaskan kepada Chahige.

“Dia tidak bisa terbang karena telah terinjeksi oleh obat penenang. Tapi akan merepotkan bila dia dibiarkan di laboratorium” Ujar Chahige menjelaskan balik kepada Sanji.

“Apa dia berbahaya? Dia terlihat lucu, tapi....” Ucap Nami.

Naga kecil itu tidak melakukan apa-apa. Sementara itu Zoro dan yang lainnya masih saling bertempur dengan Angkatan Laut G5.

“Ini kesempatan Langka. Tangkap mereka semua. Aku akan mendapat harga buruan mereka??” Seru salah seorang Anggota sembari bersiap menyerang.

“BUKANKAH SUDAH KUBILANG, HENTIKAN!!” Teriak Zoro menyerang mereka.

“SLAASSSSHHH!! TRANGGG!!”

Pedang Zoro beradu dengan pedang seseorang yang menghentikan gerakan Zoro.

Seseorang tersebut adalah Kapten Tashigi yang berhasil menghentikan serangan Zoro.

“KAPTEN TASHIGI!!” Teriak salah satu anggota.

“Heh, kau sudah menjadi kapten yah, gadis peniru? Tapi kau tak memiliki semangat bertarung” Ucap Zoro dengan dinginnya.

Tashigi tersentak dan melepaskan pertahannya. Zoro yang tak memperdulikannya terus berlari maju ke depan.

“Iyah! Silahkan Lewat!” Seru Tashigi kepada Zoro.

Kru yang lainnya segera menyusul Zoro setelah dipersilahkan Tashigi.

“Baik- baik. Terima kasih Banyak!” Ucap Brook dan yang lainnya.

“TUNGGGU!!”

Namun Pasukan G5 tetap mengejar mereka semua.

“G5! Ini bukan saatnya melakukan pertarungan. semuanya segera menuju jalur pelarian. Pintu bangunan ini akan segera tertutup. Caesar mencoba memojokan kita dari dalam. Jika kita tak bisa pergi ke Bangunan selanjutnya, kita tak akan bisa selamat dari Punk Hazard. CEPAT PERGILAH!!” Kata Tashigi memberikan perintah kepada anak buahnya.

“APAAA!!”

“Ini gawat! Kalian semua cepat! Lakukan apa yang dikatakan Tashigi!”

“BAWA YANG TERLUKA!”

“MAJU MENUJU GERBANG!!!”

Semua Pasukan dengan segera menjalankan perintah dari Tashigi, membawa teman yang terluka dan berlari menuju pintu gerbang.

“CEPATLAH!!” Teriak Tashigi sembari menunjukan arah gerbangnya.

Sementara itu Gerbang penghubung lorong Gedung A dan B mulai tertutup secara berlahan.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Robin yang sedang terbang segera menuju ke punggung Chahige untuk bergabung dengan teman-temannya.

“HUUPH!!”

“Ini kejam sekali!” Ujar Robin yang baru saja mendarat di punggung Chahige.

“Robin, dari mana saja kau?” Tanya Usopp.

“ROOBBBIIIN CHAAN!!” Teriak Sanji dengan pose biasanya.

“Fufufufu. Luffy memintaku untuk melakukan sesuatu!” Jawab Robin sembari tersenyum dengan manis

Lalu, Nami merasa nyawa mereka sedang terancam setelah mendengar perkataan dari Tashigi.

“Yang lebih penting, apa kau mendengar apa yang Gadis Angkatan Laut itu katakan? Semangatlah Chahige!! Lebih cepat lagi” Seru Nami sembari memberi semangat kepada Chahige.

“Haah hhhaahhh! Tidak bisa hanya secepat ini aku bisa berlari!” Sahut Chahige yang mulai terlihat kelelahan karena terus berlari.

Sementara itu, Kinemon dan Zoro yang berlari di depan Chahige pun mulai menunjukan keluhannya.

“AKU BENCI BERLARI!” Kata Kinemon.

“Apa kau sedang merengek?” Tanya Zoro.

“TIDAAAAAAK!” Jawab Kinemon dengan lantangnya. Sementara itu Brook pun juga mengucapkan keluhannya.

“Aku bukanlah seorang Samurai, jadi aku berhak merengek! SUDAH CUKUP LARINYA!!” Keluh Brook sembari berteriak.

Sementara itu, para Anak Buah Caesar yang ada di Bangunan A mulai memasuki Gerbang penghubung itu.

“Oi kenapa si Chahige bersama para bajak laut itu?” Ucap seorang Anak buah tersebut.

“Jangan-jangan dia telah mengkhianati Master Caesar!” Sahut rekannya.

“MASTER ADALAH PENYELAMAT KITA!” Teriak salah seorang anak buah.

“YANG PENTING CEPAT LARI. KITA JUGA SEDANG DALAM BAHAYA!” Seru rekannya yang lain memberi peringatan kepada teman-temannya.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Mereka sedang berpacu dengan waktu untuk bisa sampai di pintu gerbang dengan segera. Para Angkatan laut G5 pun yang dipimpin Tashigi sedang menyusul ke arah gerbang tersebut.

“G5 LEBIH CEPAT LAGI!” Teriak salah seorang Anggota.

“GERBANGNYA ADA DISANA! CEPAT!” Seru Tashigi yang memimpin para anak buahnya.

“GERBANGNYA AKAN BENAR-BENAR TERTUTUP!” Ujar salah seorang Pasukan yang lain.

“CEPAT CEPAT!”

Pasukan G5 sedang berusaha untuk menyusul Kelompok topi Jerami yang sedang berlari ke arah gerbang yang sama.

“Meriam Eksperimen telah siap!” Kata seorang anak buah Caesar melaporkan kepada Caesar.

Caesar hanya tertawa menerima laporan dari anak buahnya. Sementara itu, di luar Laboratorium. Sebuah meriam yang dikendalikan entah dari mana, mengubah arah dan menjadikan gedung A sebagai target tembakannya.

“Bidik dinding luar dari bangunan A di Laboratorium ketiga!” Ucap seorang yang mengendalikan meriam tersebut.

Sementara itu Kelompok Topi Jerami dan Pasukan Angkatan Laut, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi dalam beberapa saat lagi. mereka terus berusaha mencapai gerbang.

“TEMBAAAK~~!!”

“DUAAAARRRR!! BLAAAAARRR!!!”

Satu tembakan meriam membuat dinding Laboratorium pada Bangunan A runtuh.

“WAAAAAAAA!!! BRUUUKK!”

Para Pasukan Angkatan Laut terpental akibat hempasan ledakan tersebut.

“DINDINGNYA RUSAK!!”

“JANGAN-JANGAN..EH!”

“INI BECANDA KAN??”

Pasukan G5 tersadar kalau Gas Shinokuni sedikit demi sedikit memasuki bangunan dari celah lubang yang tercipta akibat ledakan meriam.

“LARI....LARIII!!!” Teriak para pasukan G5.

Nami dan Usopp yang menyadari kegaduhan di belakang mereka pun terkejut.

“TIDAAAAKKKKk!!” Teriak Nami dan Usopp pun mulai panik.

“Ada apa?” Tanya Kinemon yang berbalik dan langsung ikut terkejut.

“TIDAAAAAAAKK!” Seru Kinemon dan Brook.

“DIAAAAAAAAAAAMMM!!” Teriak Zoro.

“CHAHIGE!! LEBIH LEBIH LEBIH CEPAAAAAT LAGI!!” Teriak Nami dan Usopp.

Tashigi yang berpaling ke arah belakang, melihat beberapa anak buahnya nyaris terkejar oleh gas tersebut.

“Bantulah orang-orang bodoh itu! dan anak-anak juga!”

Tashigi tersentak karena mengingat perkataan Smoker padanya yang telah memberi wewenang padanya.

“JANGAN MELIHAT KE BELAKANG TERUS LARI SAJA! BIAR AKU YANG MENGURUSNYA!” Seru Tashigi yang mendahulukan anak buahnya untuk lari lebih dulu daripadanya.

“Tashigi!” Ucap salah seorang anak buahnya.

Sementara itu, Shinokuni berhasil mengenai beberapa Pasukan Angkatan Laut G5.

“OH SELAMATKAN AKU!!”

“CEPATLAH!!”

Beberapa anggota G5 telat menyelamatkan diri dan tubuh mereka mengeras.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Suara peringatan pintu yang terus berbunyi menambah panik suasana. Pintu gerbang hampir menutup seluruhnya.

“SEGERA MASUK KE GERBANG! JIKA TAK MASUK KAU AKAN MATI!”

“CEPATLAH, CEPATLAH!”

Kelompok Topi Jerami dan Pasukan G5 semakin mendekati gerbang yang akan menutup.

“BERPEGANGANLAH!!” Teriak Chahige sembari molmpat menyamping untuk masuk ke dalam Gerbang yang segera menutup.

“SUINGGG! BRAGHHH!! WAAAAAAAAAA!”

Mereka berhasil melewati gerbang sesaat sebelum pintu itu menutup, diikuti dengan pasukan G5.

“Yosh! Kita berhasil!” Kata Chahige yang berhasil menerobos.

“Berhasil!” Kata Kinemon.

“Yohohoho! Hampir saja!” Tawa Brook yang merasa senang.

Beberapa Pasukan Angkatan Laut G5, Kinemon, Chahige dan Kelompok Topi jerami berhasil menorobos gerbang, namun masih ada beberapa Anggota Angkatan Laut termasuk Tashigi yang masih tertinggal di belakang.

“NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Gas semakin mendekati Gerbang, dan gerbang pun akan segera tertutup rapat.

“HEI, DIMANA TASHIGI?” Tanya seorang pasukan G5.

“Tashigi memerintahkan kita pergi lebih dulu!” Jawab rekannya yang sudah ada di dalam gerbang. Sementara itu Tashigi masih berjaga di balik gerbang yang sebentar lagi akan menutup untuk memastikan semua anak buahnya selamat.

“JANGAN BERHENTI DAN CEPAT MASUK KE DALAM GERBANG! AYOLAH CEPAT. CEPAT!” Teriak Tashigi sembari menutup pernafasannya. Namun tiba-tiba, beberapa Pasukan menggendongnya dan membawa lari Tashigi.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN! CEPAT TURUNKAN AKU!” Seru Tashigi.

“TASHIGI! SUDAH CUKUP! KAULAH YANG HARUS TETAP HIDUP! SELAMAT TINGGAL” Seru para pasukan yang melemparkan Tashigi ke dalam gerbang.

“WAAAAAAAAAA!!”

Tashigi terlempar masuk ke dalam, sehingga dia berhasil selamat. Beberapa pasukan di dalam gerbang menangkap Tashigi yang terlempar.

“Kapten Terbang!”

“Apa yang terjadi?”

“Syukurlah kapten selamat! Tapi kenapa Kapten terbang?”

Tanya para pasukan yang menangkap Tashigi. Tashigi yang tak mementingkan keadaannya masih bersikeras menyelamatkan anak buahnya yang tertinggal.

“TOLONG MINGGIRLAH! MASIH ADA PRAJURIT ANGKATAN LAUT DI SANA!” Seru Tashigi kepada anak buahnya.

“Tidak! Banyak gas di sana!” Ucap Seorang Pasukan yang mencoba menahan Tashigi.

“GERBANGNYA AKAN.....TOLONG MENYINGKIR!!” Tashigi masih bersikeras kembali ke Bangunan sebelumnya.

“TAPI PINTUNYA AKAN SEGERA MENUTUP!” Seru orang itu.

“TAPI SMOKER MEMERINTAHKANKU......UNTUK MEMBANTU KALIAN SEMUA MENYELAMATKAN DIRI! JADI TOLONG SEGERA LEPASKAN AKU!” Teriak Tashigi yang masih bersikeras melepaskan diri.

“SUDAH TERLAMBAT!” Ucap seorang yang melihat teman-temannya yang tertinggal.

“TEMAN-TEMAN KALIAN MASIH BERADA DI LUAR PINTU GERBANG! TOLONG LEPASKAN!” Teriak Tashigi.

“PERCUMA TETAP PERCUMA KAPTEN TASHIGI! KERJA BAGUS, KALIAN SEMUA! SERAHKAN KAPTEN TERCINTA KITA PADA KAMI” Seru Pasukan yang ada di celah pintu gerbang, sembari menangis dan menyanjung teman-temannya yang sudah berkorban.

“DUGGGHHH!! NGIIING!! NGIIING!! NGIIING!!”

Akhirnya pintu telah tertutup, dan bunyi peringatanpun berhenti. Sebagian pasukan G5 tertinggal di bangunan sebelumnya. Meskipun tubuh mereka mengeras, mereka masih menyempatkan memberi pesan kepada teman-teman mereka yang selamat dengan gaya mereka.

Tashigi hanya mampu menangis dan menyesali hal tersebut. Kelompok Topi Jerami melihat hal tersebut dengan wajah yang sangat geram.

Sementara itu Caesar yang melihat dari layar monitor, tak menyangka ada yang mampu selamat.

“Shurorororo! Para sampah itu. tak kusangka masih bisa selamat! Tapi tak akan kubiarkan lolos satu orang pun!” Kata Caesar sembari tertawa.

Karakter

Link Luar

Also on Fandom

Random Wiki