Fandom

Wikia One Piece

Episode 630

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Petualangan! Kerajaan Cinta dan Gairah, Dressrosa
Episode 630.png
← Sebelumnya Episode 630 Selanjutnya →
Informasi Jepang
Kanji 冒険! 愛と情熱の国ドレスローザ
Romaji Bōken! Ai to Jōnetsu no Kuni Doresurōza
Tanggal Tayang 26 Januari 2014

"Petualangan! Kerajaan Cinta dan Gairah, Dressrosa" adalah episode 630 dari anime One Piece.

Alur Cerita

Dressrosa, Kelompok Topi Jerami dan teman aliansinya, Trafalgar Law. Akhirnya telah tiba di Dressrosa. Thousand Sunny dilabuhkan dipesisir daratan diantara bebatuan besar yang mengelilingi Kerajaan tersebut.
“WHUSSHHH!!!” Luffy melompat dari atas kapal dan mendarat di tanah Dressrosa. “KITA BERHASIL SAMPAI DI DRESSROSA!!” Teriak Luffy penuh semangat. Sementara itu Usopp cukup berhati-hati di wilayah musuh ini. “LUFFY!! SUDAH KUBILANG KAN UNTUK TIDAK BERTERIAK! KITA SEDANG BERADA DI WILAYAH KEKUASAAN MEREKA!” Balasnya.
Tapi Luffy tak mendengarkannya. “WAAAA HAHAHAHAHAHA!!” Teriaknya. “Ya ampun!” Gumam Usopp. kemudian satu demi satu para kru mulai turun dari kapal.
“AWW! MINGGU INI AKU SUPER! AKU AKAN MENEMUKAN PABRIK ITU DAN MELEDAKANNYA!” Seru Franky berteriak-teriak mengikuti Luffy. “SUDAH KUBILANG, KALIAN JANGAN KERAS-KERAS!!” Teriak Usopp kembali memperingati teman-temannya untuk sedikit mengecilkan suaranya. Lalu mereka semua mulai berkumpul.
“Kita akan pergi ke kotanya kan?” Tanya Luffy pada Law. “Ya! Dengar, jangan sampai lengah! Jika kita gagal menghancurkan pabrik itu, maka semua rencana kita akan hancur berantakan!” Jawab Law.
Luffy terlihat sangat senang sekali. “OH YA!!” Dia teringat sesuatu. “HEI AKU MEMILIKI IDE BAGUS! MOMOOOO!!” Teriaknya sembari berlari mendekati Momonosuke yang berada di samping Nami. Law sedikit kesal dengan tingkah Luffy, tapi dia membiarkannya.
“UWAAAAAAAAAA!!” Momonosuke berteriak saat Luffy menaiki punggungnya. “BAIKLAH, AYO MOMO!!” Seru Luffy. “PERGI KE KOTA TANPA BERBELANJA! TERBANG!” Pinta Luffy.
Momonosuke yang sedang dalam mode naganya, meronta-ronta ketika Luffy menaikinya. “KAU TERLALU BERAT! TURUN DARI PUNGGUNGKU!’ Pintanya. “AKU TAK BISA TERBANG DAN AKU TAK AKAN MASUK KE PULAU ITU! AYAHKU MELARANGNYA!” Kata Momonosuke.
“Kau tak bisa terbang? Bicara apa kau? Aku melihatmu terbang!” Kata Luffy. “MANA KUTAHU! SUDAH KUBILANG AKU TAK BISA TERBANG!” Balas Momonosuke. Luffy tetap yakin Momonosuke bisa terbang. “Aku benar-benar melihatnya terbang!” Ujar Luffy memberi tahu teman-temannya.
“Tapi dia tak memiliki sayap!?” Kata Robin. Luffypun bingung dengan Momonosuke kenapa dia jadi tidak bisa terbang. “Benar kan?” Keluh Momonosuke. “Sudah kubilang aku tak bisa terbang! Me...meskipun a..aku bisa terbang sekalipun.....!” Kata Momonosuke sembari teringat sebuah tangan yang sedang mencoba meraihnya sambil berkata sesuatu dalam ingatannya. “Siapa namamu?”.
“Aku tak akan pernah melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu! AKU TAK AKAN TERBANG KE LANGIT!” Teriaknya. Luffypun semakin bingung. “Ada apa? Apa kau takut ketinggian?” Tanya Luffy.
“KURANG AJAR!!” Balas Momo. Kemudian dia menggigit kepala Luffy. “SAKIIIITTTTT!” Teriak Luffy meronta.
“JANGAN BERSIKAP TIDAK SOPAN PADAKU! KAMI ADALAH KSATRIA, TAK TAKUT AKAN APAPUN!” Sahut Momonosuke. “SAKIT!! SAKIT!! SAKIT!! KAU...!!” Kata Luffy kesal dengan Momonosuke. “HENTIKAN DASAR BODOH!!” Teriaknya sembari memukul Momonosuke.
“BUGHH!!” Luffy menghajar Momonosuke. Lalu mereka beruda saling serang dan berkelahi. “PAK! BUK! PAK! BUK!”
“KAU PIKIR APA YANG TELAH KAU LAKUKAN!” Teriak Momonosuke. “SAKIT! SAKIT! SAKIT!” Balas Luffy. “TAK BISA DIMAAFKAN!!” Balas Momonosuke. Brook dan Sanji yang melihat tingkah mereka berdua menjadi bingung. “Ya ampun, apa yang sedang mereka lakukan?” Pikir Sanji. “Luffy-san, dia masih anak-anak yang berumur delapan tahun...!” Lanjut Brook sembari meminum tehnya.
“KSATRIA APA!! SUATU HARI NANTI AKU AKAN MENJADI RAJA BAJAK LAUT! BODOH!!” Balas Luffy sembari mencekik-cekik tubuh Momonosuke. “SUATU HARI NANTI AKU AKAN MENJADI SHOGUN DI KERAJAAN WANO! BODOH!” Balas Momonosuke ke Luffy sembari menarik bibirnya.
Perkelahian mereka menjadi semakin berlarut larut. “APA KAU BILANG, DASAR BELUT!” Ucap Luffy. “KAU BENAR-BENAR TIDAK SOPAN, DASAR MONYET!” Balas Momonosuke ke Luffy. “SIAPA YANG KAU PANGGIL MONYET!? KAU SENDIRI BERTINGKAH SEPERTI MONYET!” Balas Luffy lagi.
Kinemon kemudian menghentikan perkelahian mereka berdua. “SUDAH CUKUP, MOMONOSUKE!! MEREKA TELAH MENYELAMATKAN KITA!!” Teriaknya. Mereka pun menghentikan perkelahiannya, namun wajah mereka masih memperlihatkan kekesalannya. “Haa...aaahh..Ahhh..aaahhh!!”
“Maafkan aku, Luffy-dono! Tolong maafkan dia! Meski dia masih kecil tapi dia mewarisi kebanggan kerajaan Wanokuni, jadi tak perlu menganggap serius perkataan anak berumur delapan tahun!” Pinta Kinemon.
Luffy sedikit tidak terima. “Uhhh, Aku tak menyukai pengecut! Bodoh!” Ujar Luffy mencibir Momonosuke. “KAU...!!” Momonosuke membalas mencibir Luffy juga. “SUDAH KUBILANG, CUKUP!” Teriak Kinemon lagi.
“AH..SIAL!!...!” Keluh Momonosuke. Kemudian dia berlari ke arah Nami. “NAMI......!!” Keluh Momonosuke merengek kepadanya. “Ya ya, Momo-chan, kemarilah!” Kata Nami memeluk Momonosuke.
“Monyet itu.....!!” Ucap Momonosuke mengeluh soal Luffy. “Baik baik!” Kata Nami mendekap kepala Momonosuke ke bagian dadanya. “TOEENNGGG TOEENNGGG!!”
Serentak Sanji, Brook dan Kinemon berteriak histeris. “WAAAAAAAAAAA!!”
“KAU...ANAK...KURANG AJAR!! CEPAT MENYINGKIR DARINYA!!” Teriak mereka bertiga. “Ada apa dengan mereka?” Tanya Nami heran.
“AYAH DAN ANAK SAMA SAJA! AKU TAK TAHU KALAU KSATRIA ITU BENAR-BENAR MEMUAKAN!” Seru Sanji kepada Kinemon. “BENAR SEKALI! DARIPADA DISEBUT KSATRIA, LEBIH TEPAT DISEBUT MESUM!!” Lanjut Brook.
“BE...BERANINYA KALIAN BERKATA SEPERTI ITU!!” Balas Kinemon. Mereka bertiga saling adu urat. Di sela-sela itu Franky memanggil Kinemon.
“OII KINEMON, AYO PERGI KE KOTA! SEHARUSNYA YANG KALIAN PANGGIL HENTAI ITU...!! Hmm bukan itu maksudku! Apa kita perlu memakai pakaian penyamaran?” Sapa Franky. “Oh benar sekali!” Kata Kinemon.


Anime Versi Teks -----
Lalu Kinemon segera menunjukan gambar penyamaran pria dan wanita di Dressrosa. “Kemeja untuk laki-laki! Untuk wanita, bagian bawahnya saja! Begitulah cara berpakaian di Dressrosa! Ayo kita berganti pakaian yang sesuai!!” Ucap Kinemon menjelaskannya.
“DRESSROSA MEMANG YANG TERBAIK!” Teriak Sanji semangat sekali melihat gambar yang ditunjukan oleh Kinemon. “BENAR SEKALI!!” Sahut Brook.
“BOHOOOONNNGGGGGGGG!!” Teriak Nami. “BAGH, BUGH DOORR!!” Nami menghajar ketiga orang mesum tersebut.
“Na...Nami!” Gumam Momonosuke terlihat ketakutan melihat seramnnya Nami saat sedang marah. Diantara kesibukan yang aneh yang dilakukan para kru, Law memanggil Nami. “HEII!!” Sapanya.
“Aku ingin kalian membawa ini!” Ucap Law sembari menyobek sebilah kertas dan memberinya kepada Nami. “Ini, Kartu Vivre!” Kata Nami. “Benar sekali, kartu itu mengarah ke pulau bernama Zou yang pernah kita bicarakan sebelumnya” Ucap Law mengingatkan Kalau Zou adalah tujuan selanjutnya setelah Dressrosa.
“Tapi jika sesuatu terjadi pada kita, tetaplah ke sana!” Pinta Law. “Eh, Tunggu sebentar!” Ujar Nami. Law kemudian membuka sebuah Peta yang dibawanya.
“Hei hei, Apa maksudmu dengan ‘Jika terjadi sesuatu’!! Tak akan terjadi apa-apa, bukan?” Pikir Usopp mulai tegang. “Siapa yang tahu!” Ucap Law.
“Apa itu?” Tanya Luffy pada Law. “Ini adalah peta yang digambar oleh Anggota Bajak Lautku!” Jawab Law memperlihatkan peta Dressrosa. “Wah, jelek sekali!” Sahut Nami.
Kemudian, Law mulai menjelaskan skema yang akan mereka lakukan di Dressrosa melalui peta. “Kita sekarang berada di sini, di pantai barat Dressrosa! Istana Doflamingo berada di pusat Dressrosa! Pabrik Smile pasti ada di suatu tempat di pulau ini, kita tak memiliki banyak waku lagi! Tim Penghancur Pabrik harus bergegas!” Pinta Law. Sementara itu, Sanji tampak menicum suatu aroma yang menggodanya. “Bau apa ini?” Ucapnya.
Law terus menjelaskan rencananya, dan mulai membagi mereka dalam sebuah tim. “Kami tim penyerahan Caesar akan pergi melewati Dressrosa dan menyeberangi jembatan panjang menuju utara. Menuju ke Green Bit!” Kata Law. “Kenapa kita harus pergi melewati Dressrosa? Kita bisa ke sana naik kapal dan pergi ke sana bersama-sama!” Tanya Usopp. “Mustahil pergi ke sana melewati jalur perairan!” Jawab Law. “Ah sepertinya menyenangkan!” Ucap Robin tersenyum. “Tolong bawa aku dengan hati-hati ya!” Pinta Caesar. “Tidak bisa, tiba-tiba aku mengidap penyakit anti Dressrosa!” Balas Usopp. Tim Penyerahan Caesar yang terdiri dari Trafalgar Law, Nico Robin dan Usopp akan membawa Caesar Clown menuju Green Bit.
Momonosuke memikirkan teman seperjalanan mereka yang tertangkap di Dressrosa. “Kanjuro, semoga kau baik-baik saja!” Ucap Momonosuke.
Kemudian Law juga membagi beberapa orang menjadi tim penjaga kapal. “Dan kalian, tim keamanan kapal! Berhati-hatilah dengan serangan musuh! Jangan biarkan mereka mengambil kapal!” Ucap Law memberi pesan kepada mereka.
“Apa-apaan itu? Apa maksud perkataanmu?” Tanya Nami. “Apa mereka akan menyerang kita?” Tanya Momonosuke juga. “Ehh kukira menjada kapal adalah pekerjaan yang paling aman!” Sahut Brook. “Kita sedang berada di markas musuh, tapi kita memiliki Sanji di sini. Jadi.....EHHHHHHHH SANJI TAK ADA DI SINI!!” Teriak Chopper langsung terkejut karena Sanji tidak menjadi tim pengaman kapal.
“AHH, LUFFY DAN YANG LAINNYA JUGA TAK ADA DI SINI!!” Lanjut Usopp yang sadar kalau sang kapten sudah menghilang dari pandangan mereka. “MEREKA ADALAH KUNCI DARI RENCANA INI, KEMANA PERGINYA MEREKA??” Seru Law. “HEY, SIAPA YANG AKAN MELINDUNGI KAMI?!” Teriak Chopper menggerutu. Nami, Chopper, Brook dan Momonosuke akan menjadi Tim Keamanan Kapal.


Anime Versi Teks -----
Di Dressrosa. Para pengunjung di kerajaan ini terpesona oleh beberapa hal. Pertama, terpesona oleh harumnya aroma bunga dan kenikmatan masakan lokal. “Bau yang sangat enak!” Ucap Mereka. Luffy, Zoro, Franky, Sanji dan Kinemon sudah berada di pusat Kota tanpa sepengetahuan teman-teman yang lain.
Yang kedua, tarian tak kenal lelah. Tarian penuh gairah dari gadis penari. “Bau Cinta!” Seru Sanji mulai terpesona.
Dan satu hal lagi. Luffy tersadar akan sesuatu hal yang aneh di Dressrosa. “GUK! GUK!!” Seekor anjing berlari sembari membawa sebuah tangan mainan yang terkoyak.
“DRAP! DRAP! DRAP!” Seseorang berlari mengejar anjing itu. “HEI TUNGGU! KEMBALIKAN!!” Teriaknya. “TUNGGU MARIO! KEMBALIKAN TANGANKU!” Sahut Orang itu yang ternyata adalah sebuah mainan.
“YA AMPUN DASAR ANJING NAKAL! KAPASNYA BISA BERJATUHAN!” Teriak Mainan itu mengejar sang Anjing yang membawa lengannya. “TUNGGU!! AKU MENDAPARKAN JAHITAN SAMPING! MESKIPUN DI DALAMNYA HANYA ADA KAPAS!!” Sebuah mainan yang lain menengok dan tertubruk oleh mainan yang sedang mengejar anjing itu.
“KYA!!!” Mainan wanita yang tertubruk itu berputar-putar. “MA...MAINAN!!” Ucap Luffy sangat heran. Itulah hal-hal yang mengejutkan para pengunjung di kerajaan ini. “SELAMAT SIANG!” Sapa sebuah mainan dengan tali menyapa mereka semua.
Luffy dan yang lainnyapun terkejut. “Saya adalah Prajurit. Apa sebelumnya kita pernah bertemu! Wajahmu terlihat tak asing lagi!” Ucap mainan tersebut yang lambat laun memperhatikan wajah Luffy.
“OH YA AKU TAHU!” Teriak Mainan itu mengingat wajah Luffy. “Wajahmu ada di surat kabar hari ini!” Ucap Mainan itu berputar-putar dan tiba-tiba dia terjatuh karena talinya membelit tubuhnya. “BRUGHH!!”
“Oh tidak, talinya membelitku! Tolong aku!” Ucapnya. Luffy mencoba menghampirinya. “Apa ini? Mainan?” Pikir Luffy semakin heran. “Luffy, lihatlah yang di sana itu?” Sahut Zoro. Luffy pun terkejut bukan main melihat mainan-mainan itu.
Dimanapun kau melihatnya, di kota ini. Mainan dan Manusia hidup berdampingan, mereka semua adalah mainan hidup. Inilah Kerajaan penuh Cinta, Gairah dan Mainan.
Luffy, Zoro, Sanji, Franky dan Kinemon menjadi Tim Penghancur Pabrik dan Penyelamat Samurai. Mereka telah tiba di sebuah pusat kota bernama Acacia, Dressrosa. Tiba-tiba ada sebuah mainan berlari histeris. “ADA SESEORANG YANG DITIKAM!” Ucap mainan itu memberi tahu warga yang ada di sana.
“Oh, terjadi lagi!” Ucap Mainan yang terbelit talinya sendiri. “Apa maksudmu dengan ‘terjadi lagi’? Apa ada pembunuh berantai di kota ini?” Tanya Zoro pada Mainan itu. “Tidak, wanita di negara ini sangatlah bergairah dalam percintaan dan mereka adalah tipe orang pencemburu! Jadi saat ada laki-laki yang berselingkuh, mereka akan ditikam!” Jawab Mainan itu. “MENAKUTKAN SEKALI!!” Teriak Zoro. “Semakin cantik wanita itu, semakin banyak korban tikamannya!” Jelas mainan itu.
Luffy semakin bersemangat untuk berpetualangan di Dressrosa. “ADA MAINAN YANG BERGERAK SENDIRI DI SINI, TAPI TERSERAHLAH! YANG PENTING MAKAN!!” Teriak Luffy. Di tempat lain di Dressrosa tersebut ada seseorang yang sedang berjalan.
“TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!!” Pria tersebut sedang berjalan dengan bantuan tongkat yang dipegangnya sebagai matanya, karena pria itu buta. Pria buta memakai pakaian berwarna ungu dan dengan luka disekitar wajah itu hendak pergi ke sesuatu tempat.


Anime Versi Teks -----
Sementara itu. Luffy dan yang lain sudah mulai menyamar. Mereka menyamar seperti seorang pria dan merekapun sudah siap untuk mencari makan.
“PENYAMARAN SELESAI!!” Teriak Luffy. “AKU LAPAR! AYO KE SINI!” Ucap Luffy berlari di depan mereka. Luffypun menemukan sebuah restoran. “Wuihh, ayo kita makan di sini!” Ucapnya. Franky, Sanji, Kinemon dan juga Zoro mengikuti Luffy.
Tapi tiba-tiba Zoro terhenti dan mendengar sesuatu. “TOK! TOK! TOK!” Zoro mendengar suara tongkat yang dipukul-pukulkan ke tanah. Sang Pria buta tersebut berjalan menghampiri Zoro. Zoro terlihat bersiap meraih pedangnya. “TOK! TOK!” Pria Buta tersebut melewati Zoro, kemudian dia bertanya sesuatu. “Permisi!” Ucap Pria Buta itu.
“Kudengar ada Rumah Judi di sekitar sini, apa kau tahu tempatnya?” Tanya Pria buta itu pada Zoro. “Maafkan aku, Pak tua! Aku baru pertama kali mengunjungi kota ini, kenapa kau tidak bertanya saja pada seseorang di dalam restoran itu!” Jawab Zoro. “Oh Baiklah, terima kasih atas kebaikanmu!” Balas Pria itu.
Kemudian di dalam Restoran. Luffy dan yang lainnya sedang menunggu makanan untuk dihidangkan. Luffy tampak tidak sabar, dia meniup sedotan diminumannya sambil menunggu waktu. “BLUP BLUP BLUP!!!”
Kinemon tampak terlihat agak kesal. “DUGHHHH!!!” Dia memukul meja dan membuat Luffy terkejut. “APA YANG KAU LAKUKAN??” Teriak Luffy. “AKU TAK MEMILIKI BANYAK WAKTU UNTUK BERMAIN-MAIN SEPERTI INI. AKU HARUS SEGERA MENCARI KANJURO!” Balasnya.
“Sudah, sudah! Santai saja! Aku tahu kita sedang bergegas. Tapi penting juga mendapatkan informasi daripada berlarian tak jelas!” Sahut Franky menenangkan Kinemon sembari menepuk pundaknya.
“Tapi ini aneh bukan?” Ucap Sanji menyadari sesuatu. “Raja mereka mengundurkan diri pagi ini, kukira suasana disini akan kacau!” Katanya. “Mungkin saja mereka belum mengetahuinya!” Sahut Zoro sembari meminum minumannya.
“Itu tidak mungkin!” Kata Franky. Kemudian Luffy mencoba berpikir. “Kita tanyakan saja, Oi Kakek!” Kata Luffy mencoba menepuk kakek disebelahnya. “HENTIKAN!!” Teriak Sanji sembari menendang kepalanya. “DUGGHH!!”.
“APA-APAAN KAU INI??!” Balas Luffy. “WAJAMU ADA DI HALAMAN DEPAN KORAN PAGI INI!!” Bentak Sanji padanya.
“CESSSSSHHHH!!” tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah simbal yang dibunyikan oleh sebuah mainan.


Anime Versi Teks -----
“Ini pesanan anda! Terima kasih telah menunggu atau tidak!” Ucap Mainan itu. “WAH INI DIA AKU SUDAH MENUNGGUNYA!!” Seru Luffy melupakan masalah yang tadi.
“DRESS SHRIMP PAELLA!! ROSE SQUID INK PASTA!! DAN FAIRY PUMPKIN GAZPACHO!!” Jelas sang mainan pelayan membawakan makanan kepada Luffy dan teman-temannya.
“SEMUANYA TERLIHAT ENAK! SELAMAT MAKAN!!” Ucap Luffy. “NYAM! NYAM!! ENAK ENAK!” Kata Luffy sembari menyantap makanannya. “Apa itu Fairy Pumpkin?” Tanya Sanji pada sang pelayan.
“CESSSSSHHHH!!” Mainan pelayan itu membunyikan simbalnya. “Itu adalah bagian dari kepercayaan di negara kami mengenai mitos para peri. ATAU BUKAN!!” Teriak Pelayan Mainan itu. “Apa itu?” Tanya Luffy penasaran dan tetap sambil mengunyah makanannya.
“CESSSSSHHHH!!” Pelayan itu membunyikan simbalnya lagi saat hendak menjawab. “Kami penduduk di sini mengaku melihat peri atau tidak!” Jawabnya. “Melihat peri?” Sahut Sanji.
“CESSSSSHHHH!! Benar sekali! Menarik bukan?” Tanya Sang pelayan mainan. “CESSSSSHHHH!! Selama berabad-abad! CESSSSSHHHH!! Meski kami belum pernah melihatnya, mereka itu benar-benar ada! CESSSSSHHHH!! Mereka memanggil peri itu dengan sebutan... CESSSSSHHHH!! Dewa Penjaga Dressrosa!! CESSSSSHHHH!! CESSSSSHHHH!! ATAU BUKAN!! CESSSSSHHHH!! CESSSSSHHHH!!!!” Jawab pelayan itu sembari terus memainkan simbanya dan membuat Sanji mulai kesal.
“AAAHHH SUDAH DIAM!! Teriak sanji. “Baiklah para pengunjung, berhati-hatilah! ATAU TIDAK! CESSSSSHHHH!! CESSSSSHHHH!!!” Seru pelayan itu sembari pamit dari meja mereka.
“Ya ampun! Dia bahkan lebih aneh dari peri itu!” Gumam Sanji. Mereka semua menikmati makanan yang dihidangkan untuk mereka. dari kejauhan di Restoran tersebut. Terdengar gemuruh orang-orang yang sangat berisik. “DIA BENAR LAGI!! 14 kali berturut-turut!!” Teriak seseorang.
“Ada apa? Berisik sekali di sana?” Tanya Franky sembari menoleh ke arah sumber suara. “Itu adalah permainan Rolet. Ada orang buta yang memenangkannya beruntun!” Jawab Zoro sembari melihat Pria Buta yang ditemuinya di luar Restoran ada di sana sedang bermain Rolet.


Anime Versi Teks -----
Seorang pemandu permaianan memutar Rolet dan menjatuhkan bolanya “Nah, keluarkan taruhan kalian!” Kata pemandu itu. kemudian semua orang yang bermain melihat ke seseorang. “Aku sudah bisa menebaknya, aku pilih hitam!” Kata Pria buta itu sembari menaruh chip taruhannya.
“Kau dengar! Dia pilih hitam!?” Seru pemain. “Aku bertaruh untuk hitam!” Sahut orang yang lain juga. “Aku juga!” Kata pemain wanita. “TENTU SAJA, AKU JUGA PILIH HITAM!!” Teriak seorang pemain dengan yakinnya.
Pemandu itu tampak kesal, karena pria buta itu sudah menang 14 kali beruntun. “EUGH! TARUHAN DIHENTIKAN!!” Teriaknya sembari menekan bel. Lalu semua orang melihat bola yang berputar di atas Rolet tersebut sembari menghela nafas menunggu hasilnya.
“TREKKK!!” Bola itu pun jatuh. “HITAM 29!” Ucap Pemandu permainan. “WOOOO BENAR-BENAR HITAM!!” Seru semua pemain dengan senangnya.
“Hebat, ini sudah ke-15 kalinya!” Sahut seorang pemain.”Terima kasih, aku benar-benar berterima kasih padamu!” Ujar seseorang meyalami Pria buta tersebut. Semua orang di sana menyanjung pria buta itu. “Berkat kau kami jadi kaya raya!” Kata pemain yang lain.
“Tidak, tidak! Bukan apa-apa! Aku hanya sedang beruntung saja!” Jawab Pria buta itu merendah. Lalu seseorang memberikan Chipnya sebagai ucapan terima kasih. “Ini tidak banyak, tapi tolong terimalah pemberianku ini!” Kata Seseorang. Kemudian semua pemain memberikan Pria Buta itu chip mereka.
Lalu, dari balik pintu beberapa orang yang mencurigakan keluar dari balik pintu.
“TAP! TAP! TAP!!” Orang-orang itu mendatangi meja Rolet tersebut. “DUGHH!” seorang yang seperti ketuanya mencoba memberikan Pria buta itu tantangan, karena sepertinya pria buta itu sungguh beruntung.
“Kau seorang penjudi yang hebat juga ya? Bagaimana, apa kau mau bermain denganku?” Tanya orang itu. “Eh, hanya Kau dan aku??” Tanya balik pria buta itu. “Benar sekali, aku ingin bermain dengan orang yang memiliki keberuntungan tinggi sepertimu! Jangan-jangan kau ingin berhenti sekarang ya?” Sahut orang itu.
“Tidak, aku telah mendapatkan chip dari mereka jadi aku bisa bermain lagi” Jawab Pria buta itu. “Bagus, aku menyukaimu Pak tua!” Balas Orang yang menantang Pria buta itu untuk berjudi.
“Nah! Kalau begitu untuk kalian silahkan kembali ke ruangan untuk menukarkan chip!” Pinta orang itu agar semua pemaian yang ada meninggalkan mereka.
Lalu permainan baru pun dimulai, bola kembali diputar. “Sekarang bagaimana?” Tanya orang itu. “Aku memilih putih!” Jawab pria buta itu. “Oh begitu! Kalau begitu aku bertaruh untuk hitam!” Balas orang itu sembari tersenyum dengan liciknya sembari menaruh chip taruhannya.
Pria buta itu agak sedikit berkeringat menanti hasilnya. “Bagaimana hasilnya? Berhenti di warna apa?” Tanya Pria itu. “Sayang sekali, berhenti di warna hitam! Kau kalah!” Ucap orang itu yang membohongi si Pria buta.
“Begitukah?” Keluhnya. “Kalau begitu aku tidak akan kalah!” Ucapnya ingin bermain lagi. bola kembali diputar. “AYO PUTIH!” Teriak pria buta itu. “Mari kita lihat!” Kata orang itu sembari melirik. “Sayang sekali! Sekali lagi berhenti di hitam 20!” Ucap orang itu yang lagi-lagi berbohong kepada si pria buta.
“KALI INI HARUSNYA PUTIH!“ Teriak Pria Buta itu sedikit agak kesal. “HITAM LAGI!” Ucap orang itu yang terus menerus membohongi sang pria buta berkali-kali.
Beberapa orang yang melihatnya merasa kasihan dengan pria buta itu. “Kejam sekali!” Ucap seseorang. “Mereka membuat malu keluarga Donquixote!” Lanjut mainan di sebelahnya.
Sanjipun ikut berkomentar tentang permainan tersebut. “Apa-apaan mereka itu!” Gumam Sanji.
Pria buta tersebut terus melanjutkan permainnya. “Baiklah, ucapkan selamat tinggal pada taruhanmu!” Ucap orang itu. “Sudah kuduga, kita akan mendapatkan banyak uang jika Buffalo-san tak ada di sini!” Sahut orang yang menyaksikan permainan tersebut. “Benar sekali!” Sahut rekannya.
“Sepertinya aku kehabisan keberuntungan, ini buruk sekali!” Ujar pria buta itu. “Bagaimana? Apa kau ingin berhenti?” Tanya orang yang terus membohongi si pria buta itu.
“Tidak! Ini yang terakhir kalinya! Aku mempertaruhkan semuanya!” Jawab Pria buta itu. “Menarik sekali!” Orang itu semakin tertantang. “Kalau begitu aku akan memberikan taruhanku untuk semua warna yang tidak kau pilih! Inilah pertarungan antar lelaki!!” Balas orang itu.
“Semuanya?? Benarkah itu?” Tanya pria buta itu. “Ya!” Dengan yakinnya dia percaya akan menang. “Baiklah kita mulai permainannya!” Lanjut orang itu kembali memutar bolanya.
“Baiklah bagaimana?” Tanya orang itu. Pria buta itu berpikir sembari mendengar suara irama bola yang bergulir tersebut. “Aku sudah memutuskannya! Aku memilih putih!” Jawab Pria buta itu.
Bola terus bergulir menunggu, inilah pertaruhan terakhir sang Pria buta.
Bersambung....

Karakter

Link Luar

Navigasi Situs

Episode Sebelumnya Episode Selanjutnya
Arc Dressrosa
Chapter Manga
700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710
711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721
722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732
733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743
744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754
755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765
766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776
777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787
788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798
Episode Anime
629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639
640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650
651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661
662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672
673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683
684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694
695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705
706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716
717 718 719 720

Also on Fandom

Random Wiki