Fandom

Wikia One Piece

Episode 632

1.173pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Cinta Berbahaya - Gadis Penari Violet
Episode 632.png
← Sebelumnya Episode 632 Selanjutnya →
Informasi Jepang
Kanji 危険な恋 踊り娘ヴァイオレット
Romaji Kiken na Koi - Odoriko Vaioretto
Tanggal Tayang 9 Februari 2014

"Cinta Berbahaya - Gadis Penari Violet" adalah episode 632 dari anime One Piece.

Alur Cerita

Dressrosa, Colosseum Corrida ramai dengan penonton yang hadir untuk menyaksikan event besar hari ini yang berhadiah buah iblis Mera Mera.

“UOOOOOOHHH!!” Semua penonton terkejut akan hadiah yang akan diberikan hari ini. “Pemenangnya akan mendapatkan buah iblis??” Ucap seorang penonton. “Dan lagi, buah iblis itu adalah buah Mera Mera milik Ace si Tinju Api!” Tambahnya.

“UWOOOOOOOOHHH!!!” Penonton semakin tak bisa lagi menahan euforia mereka. Pembawa acara kembali berbicara kepada para penonton. “HARI INI, DI COLOSSEUM INI! KITA MEMILIKI PARA PETARUNG KUAT DARI DUNIA BARU YANG DIUNDANG OLEH RAJA KITA, DAN PARTISIPAN PEMBERANI YANG PERCAYA AKAN KEMAMPUANNYA! MEREKA AKAN DIBAGI DALAM BERBAGAI BLOK, DAN PEMENANG DARI SETIAP BLOK BERHAK MAJU KE RONDE BERIKUTNYA!!” Seru Pembawa acara menjelaskan aturan mainnya.

“TAPI, MERAKA TAK AKAN MUDAH MENDAPATKAN HADIAH BERNILAI TINGGI INI! SILAHKAN AMBIL KALAU KALIAN BISA!! PARA GLADIATOR YANG AKAN BERTARUNG BUKANLAH PETARUNG BIASA!” Lanjutnya.

“WAAAAAAHHHH!!!” Penonton semakin meriah seiiring sang pembawa acara membuka acara ini. Lalu, Sang pembawa acara kembali melanjutkannya. “DAN ORANG YANG AKAN MENGHADAPI PEMENANG SETIAP BLOK ADALAH......!!” Teriaknya.

“...ANGGOTA KELUARGA DONQUIXOTE !!” Lanjutnya. “KYAAAAA!!!” Para penonton berteriak dengan hebohnya mendengar nama keluarga itu disebut.

“SENOR PINK...DELLINGGER...LAO G...MACHVISE...!!” DAN PAHLAWAN COLOSSEUM KITA.......” Serunyanya. “KYAAAAAAAAA!!!” Para penonton semakin bersemangat mendengarnya.

“... TUAN DIAMANTE!!!!!” Teriak pembawa acara, memperkenalkan 5 orang Anggota keluarga Donquixote yang akan ikut bertanding pada hari ini.

“DIAMANTE-SAMA!!! DIAMANTE......!!” Para penonton mengelu-elukan nama Diamante sang Pahlawan Colosseum.

“CEPAT MULAI SAJA....!!!” Teriak seorang penonton. “KAMI INGIN MENONTON PERTANDINGANNYA!” Lanjut yang lain. “AKU SUDAH TAK SABAR LAGI, CEPAT MULAI SAJA PERTARUNGANNYA!!” Seru yang lain juga. Pria Buta yang juga ada di sana mendengarkan gemuruh dan teriakan orang-orang yang ada di sana.

Di tempat Luffy, di suatu gang di mana Luffy dan Franky masih menanyai salah satu anak buah Doflamingo.

“Kenapa Buah Mera Mera Ace bisa ada di sini?” Tanya Luffy. “Kudengar tak ada dua buah iblis yang sama di dunia ini!” Jawab orang itu. “Tapi...Saat pemakan Buah Iblis tersebut mati, Buah iblis akan muncul kembali di suatu tempat di dunia ini. Dan saat seseorang memakan buah iblis tersebut, dia akan menjadi pengguna buah iblis yang baru.” Ucapnya.

“Setelah kematian Ace si Tinju Api, Buah Mera Mera yang muncul kembali itu, berada di tangan Tuan Muda!” Lanjut orang itu.

“DUGGHHH!!” Luffy kesal mendengar hal tersebut karena Doflamingo berhasil mendapatkan buah Ace tersebut. “SI kurang ajar itu!” Geram Luffy.

“Tak kusangka Tuan Muda akan menjadikan Buah Iblis Logia itu menjadi hadiah, jika aku bisa mendapatkan kekuatan sehebat itu!! Hidupku pasti akan berubah!” Tegas orang itu.

“HEI, AKU TAK AKAN MEMBIARKANMU MEMAKANMU!!” Teriak Luffy. Franky menyadari sesuatu. “Oh ya, Ace itu adalah...!” Ucapnya tanpa menlanjutkan ucapannya itu.

“Aku ingin mendapatkan Buah Iblis Mera Mera!” Kata Luffy kepada Franky. Lalu Frankypun terdiam dan berpikir, lalu dia pun tersenyum setelah melihat Luffy yang sangat menginginkannya.

“Oh ya, kau mau memakannya Franky??” Tanya Luffy pada Franky. “Aku tak ingin kehilangan kemampuan berenangku!” Jawab Franky dengan singkat. “Aku sudah memakan buah Gomu Gomu, jadi aku tak bisa memakannya lagi, tapi aku tak ingin ada orang lain yang memiliki kekuatan Ace!” Ujar Luffy.

“Sebuah kenang-kenangan ya?” Pikir Franky. “Dari apa yang dikatakan Doflamingo sebelumnya, itu pasti jebakan untukmu!” Kata Franky.

“Inilah yang akan kukatakan padamu!” Ucap Franky kepada Luffy, Luffypun terkejut. “KAU TAK BOLEH MENYIA-NYIAKAN KESEMPATAN!” Serunya kepada Luffy.

“Kau tak ingin menyesal bukan? Lagipula tujuan kita sekarang memang ke Colosseum!” Ucap Franky. “Ayo kita pergi ke sana!” Ajak Franky. “YA!” Seru Luffy.

“DRAP! DRAP! DRAP!!” Luffy dan Franky pergi sambil berlari ke arah Colosseum dan meninggalkan orang itu.

“Bodoh, jika kau pikir bisa memilikinya karena kau begitu menginginkannya. Itu sama saja dengan membuang nyawamu! Jangan meremehkan kekuatan petarung Colosseum!” Gumam orang tersebut.

Di tempat lain, Zoro, Sanji dan Kinemon sibuk karena masalah peri yang mencuri. “DRAP! DRAP! DRAP!!” Zoro terus berkeliling kota Acacia sambil mencari sang peri pencuri. “Haah...haaaaah!”

“Peri apanya, dia hanyalah pencuri licik!” Ujar Zoro sembari melirik ke kanan ke kiri. Lalu dia mencoba memejamkan matanya untuk merasakan dengan Hakinya. “Kemana perginya dia!?” Ujar Zoro. Kemudian Zoropun merasakan keberadaannya. “DISANA!!” Teriaknya. Lalu dia kembali berlari.

“TUNGGU! KUBILANG TUNGGU!!” Teriak Sanji yang mengejar Zoro. “RELAKAN SAJA SATU ATAU DUA PEDANGMU ITU!” Serunya. “TIDAK AKAN, DASAR BODOH!!” Balas Zoro.

“CIIIITT!!” Tiba-tiba Zoro berhenti kehilangan sang pencuri. “SIALLL!!” Teriaknya. “Aku tak akan membiarkannya kabur!” Ujar Zoro. “BERHENTILAH BERKELIARAN!! KITA TAK MEMILIKI BANYAK WAKTU!!” Seru Sanji.

Ketika mereka berdua berada di pusat keramaian kota, Sanji teralihkan dengan panggung kecil yang ada di sana. “Ah...itu!” Gumamnya. “Apa kau menemukan perinya!?” Tanya Zoro.

“Seorang peri....tidak, bukan!! Seorang Bidadari!” Gumam Sanji melihat ke panggung tersebut dimana terlihat sesosok wanita penari sembari mengigit tangkai mawar merah yang hendak menari menghibur penonton.

“JRENG....JRENGGGG!! DUG... DUM... DUNG!!!” Alunan gitar dan hentakan kaki yang berirama diikuti tepukan tangan. Membuat sang wanita itu mulai menari dengan panasnya. Kibasan lengannya yang gemulai dan pakaian yang terbang menari mengikuti gerakan tubuhnya, membuat semua yang ada di sana terpesona. Termasuk Sanji.

“UWOOOOOOOHH!!!” Sambutan hangat para penonton bagi wanita penari yang bernama Violet itu. “PLOK! PLOK! PLOK!!” Tepukan tangan terdengar sesaat Violet menghentikan tariannya.

“BENAR-BENAR MENDEBARKAN!! BENAR-BENAR CANTIK!!” Teriak beberapa penonton.

Sanji melihatnya dengan sambil berdebar-debar. Violet terlihat sexy dengan keringat yang membasahi tubuhnya sehabis menari.

“KAU PENARI TERBAIK DI DUNIA!!” Para penonton sangat menyukainya. Kemudian Violet menatap ke arah Sanji dan melemparkan bunga mawar yang digigitnya kepada Sanji. Penonton lain mencoba meraihnya, tapi Bunga itu mengarah kepada Sanji.

“Ehh...!” Gumamnya sembari menangkap Bunga Mawar itu. “DI...DIA BEGITU CANTIK!!” Seru Sanji yang sudah pasti terpesona dengan kecantikan Violet.

“Kau sudah tahu kan, kalau wanita di negeri ini suka menikam pria!!? Pria sepertimu pasti akan ditikam” Kata Zoro mengingatkan Sanji. Tapi Sanji sama sekali tak peduli dengan ucapan Zoro.

Violet mengedipkan mata kanannya ke arah Sanji. “TRIINNGG!!”

“UWOOOOOOOOO!!!” Teriak Sanji histeris. “AKU RELA DITIKAM!!!” Sahutnya.

Kemudian Sanji tersadar sesuatu di tengah-tengah kesenangannya. “AHHHHHHHHHH!!!! TIDAKKKKK!! AKU KEHILANGAN DIA!!” Teriak Sanji yang melihat Zoro sudah tidak ada di dibelakangnya.

“DASAR MARIMO SESAT!!” Keluh Sanji. Dia menghela nafas karena kesal telah gagal mengejar Zoro. Tapi dia malah senang setelah itu. “Yosh! Ini kesempatan bagus, biarkan saja dia tersesat di pulau ini! Aku sudah berusaha keras mengejarnya, aku sudah bersungguh-sunguh! Hihihi!” Pikirnya hendak meninggalkan dan membiarkan Zoro di pulau ini.

Kemudian, Sanji melanjutkan pekerjaannya. Dan dia tiba-tiba menyadari para pasangan di sekelilingnya. “Ada banyak sekali pasangan di sini, membuatku iri saja!” Keluh Sanji.

Tiba-tiba dari salah satu pintu dari rumah-rumah yang ada di tempat itu, Violet mengendap-endap keluar dari sana. Sedangkan Sanji dengan pikiran mesumnya sedang memikirkan hal tentang Nami dan Robin. “Kuharap Nami-san dan Robin-chan tiba-tiba tertarik padaku!” Gumam Sanji. Dan kemudian. “Permisi, anda!!” Sahut Violet kepada Sanji.

“Kita telah kontak mata sebelumnya bukan?” Tanya Violet sembari berlari ke arah Sanji lalu langsung menggenggam tangan Sanji. “Kumohon, PELUKLAH AKU!!” Teriak Violet memohon kepada Sanji.

“EHHHHH!!!” Teriak Sanji dengan sangat herannya.

“DRAP!! DRAP!! DRAP!!” Beberapa orang sedang berlari tergesa-gesa. Mereka sedang mengejar seseorang. Melihat orang-orang tersebut, Violet langsung memeluk dan mendekap Sanji selayaknya kekasihnya sendiri.

Sanji heran dengan tampaknya dia tidak bisa menahan dirinya lagi.

Orang-orang tersebut ternyata sedang mengejar Violet. “Kemana perginya wanita itu?” Tanya salah satu dari mereka. “Dia mungkin keluar melalu pintu belakang menuju Lovers Alley (Gang Kekasih)!! Kurasa dia belum jauh!! ” Ucap rekan yang satunya.

Kemudian mereka meninggalkan tempat tersebut. Violet memperhatikan orang-orang yang mengejarnya sudah menjauh dari dirinya.

“KITA TAK BOLEH MEMBIARKAN DIRINYA LARI!!” Teriak orang-orang itu sembari meninggalkan tempat tersebut.

“Terima kasih, mereka sudah pergi sekarang!” Ucap Violet yang hendak melepas pelukannya dari Sanji. Tapi Sanji enggan melepasnya malahan justru memeluknya lagi. “Maaf, kau boleh melepasku sekarang!” Pinta Violet.

“KYAAAA!!” Violet terkejut ketika melihat wajah Sanji. “Tidak, ini sudah menjadi kewajibanku!” Jawab Sanji yang ternyata sudah mimisan sejak tadi. Lalu Sanjipun lemas, dan diapun jatuh berlutut. “Brugh!”

“Maaf, apa kepalamu terbentur sesuatu!?” Tanya Violet. “Tidak, aku hanya Syok karena bertemu denganmu!” Jawab Sanji. “Tapi kau banyak mengeluarkan darah!” Balas Violet.

“Tidak, ini bukanlah apa-apa...!” Ucap Sanji tertatih-tatih sembari melihat Violet dengan tatapan sangat dalam. “Ini pasti menyakitkan!” Ucap Violet sembari mendekatkan wajahnya kepada wajah Sanji.

“UWOOOHHHHHH!!” Teriak Sanji kembali histeris. “TIDAK, AKU TAK BISA MENAHAN PERASAAN CINTA INI!!” Seru sanji yang baru saja tersambar oleh cinta. “TIDAK, KAU SEHARUSNYA TAK MEMANDANGKU SEPERTI ITU!” Seru Violet. “Aku sudah membuang rasa cintaku ini!” Ucapnya sembari menjauhi Sanji.

“Semua lelaki yang berhubungan denganku...!!” Violet mencoba lari lagi, namun Sanji menahan lengannya. “Tunggu!” Ucap Sanji.

“MEREKA SEMUA PASTI BAHAGIA!!” Teriak Sanji. “Mereka mengejarmu, Siapa mereka sebenarnya!? Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu!!” Tanya Sanji.

“Mereka adalah polisi!” Jawab Violet. “Aku telah menusuk seorang pria, cinta kami begitu rumit!” Jelasnya.

“EHHHHH!!! JADI MEMANG BENAR!! WANITA DI SINI, TERGILA-GILA AKAN CINTA DAN AKAN MENIKAM PASANGANNYA!!” Teriak Sanji.

“OKEE!” Seru Sanji kepada Violet sembari mengacungkan ibu jarinya pada Violet. “OKE KATAMU!!” Balas Violet. Lalu kemudian, Violet menangis. “Ehh, Ada apa?” Tanya Sanji.

“Tidak, jangan bersikap baik pada wanita jalang sepertiku ini, atau aku akan jatuh cinta padamu!” Ujar Violet.

“GYAAAAA!!!” Sanji kembali histeris kembali dan kembali terkena tembakan yang bernama cinta. Kemudian dia pelan-pelan mendekati Violet yang menagis dan memegang tangannya.

“Namaku Violet! Bisakah kau melindungiku sampai aku pergi ke kota lain?” Pintanya. “Kota Lain?” Ujar Sanji.

“Dan...aku ingin kau membunuh seseorang!” Pinta Violet kepada Sanji sembari menangis. Sanji tersentak lalu melihat ke arah Violet yang sedang menangis itu.

Sementara itu, Zoro yang masih tidak tenang akan keberadaannya pedangnya. Masih terus berkeliling ke seluruh penjuru kota.

“DRAP! DRAP! DRAP!!” Zoro melintasi beberapa tempat di kota itu, Aku tak peduli itu harta warisan negara atau apa! Aku tak boleh kehilangan Shusui!” Gumamnya. “Ya ampun, sebelumnya kita menemui manusia hidup berdampingan dengan mainan! Sekarang ada peri pencuri. Sial! Benar-benar pulau yang merepotkan!!” Ujar Zoro sembari memperhatikan sekelilingnya.

“Aku tak peduli itu peri atau apa!! Aku akan terus mengejarnya! Apapun dia, aku akan mencincangnya!” Kata Zoro dalam hatinya sembari terus berlari.

Tiba-tiba. “TREEKKKK!”. Di atas atap bangunan Zoro melihat bungkusan barang yang dicuri dan pedangnya sedang melompat dari atap ke atap. “TUNGGU! PERI PENCURI!!” Zoro kembali mengejarnya.

Di tempat lain, Sanji dan Violet terlihat tengah berjalan melintasi sebuah lorong yang sepi berdua.

“Nami-san dan Robin-Chan ku, kuharap kalian mampu memaafkan laki-laki berdosa ini. akhirnya aku, aku menemui cintaku di dunia ini!” Ucap Sanji dalam hatinya. Mereka berjalan beriringan seperti seorang kekasih.

Wajah Violetpun mulai memerah, lalu Sanjipun merangkul pundaknya. “Aku adalah Bodyguard mu! Ya, aku dilahrikan untuk melindungimu!” Ucapnya sembari tetap berjalan.

Violetpun tersipu, lalu Violetpun mulai menyandarkan kepalanya kepada pundak Sanji.

“Aku suka pulau romantis ini, Dressrosa Banzai!!” Gumam Sanji.

Di tempat yang lainnya lagi, Kinemon sendirian juga mencari keberadaan pedang Shusui yang menghilang juga hendak mencari keberadaan temannya.

“Aku pasti akan merebut kembali harta warisan Wanokuni! Tapi sebelum itu, aku harus menyelamatkan Kanjuro yang ditangkap Doflamingo” Ujarnya dalam hati.

“KANJURO!” Teriak Kinemon sembari berlari. Kinemon berlari melewati kios penjual buah, di mana penjualnya adalah gadis yang cantik.

“KENAPA ANDA TERBURU-BURU BEGITU!?” Sahut Gadis itu sembari memberi kiss bye. “Cup!!”

“Ehh, apa itu barusan!” Pikir Kinemon merasakan sesuatu sembari menoleh. “Sepertinya dia ingin menunjukan ketertarikannya padaku!” Katanya, lalu Kinemon segera menghentikan larinya.

“Agresif sekali, tapi...!” Ucapnya dengan wajah yang merona dan memerah. “Kemarilah sebentar!” Sahut gadis itu melambaikan tangannya pada Kinemon. “A..aku tak boleh membiarkan diriku terjebak, menanggapi godaan wanita muda adalah...TINDAKAN TAK TERHORMAT BAGI KSATRIA!!” Teriak Kinemon.

“DIMANA KAU KANJURO!?” Teriak Kinemon melajutkan larinya. Lalu beberapa orang yang mengenakan topeng mengikuti Kinemon dengan tujuan yang belum diketahui.

Di sebuah Restoran yang sudah tutup, terdapat dua orang pegawai yang sedang santai dan minum, tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke sana. “Permisi!” Sapa orang itu.

“Tuan, anda tak boleh masuk begitu saja! Kami sudah tutup!” Jawab salah satu pegawai. Orang tersebut adalah Sanji yang langsung masuk ke dapur mereka. “Mereka memiliki bahan untuk di masak!” Ujar Sanji sembari membuka lemari es tempat persedian makanan Restoran tersebut.

“Tapi pisau dan piring belum dicucui! Mereka belum menyelesaikan pekerjaan mencuci perlatan masak! Itu wajar bagi cecunguk seperti mereka!!” Kata Sanji melihat-lihat keadaan dapur tersebut.

“Kau pikir siapa dirimu!” Balas seorang pegawai yang langsung kesal dengan Sanji. “Kretek!” Dua orang pegawai di sana bersiap untuk menghajar Sanji.

“Aku akan memasak untuk gadis tercantik di dunia ini, jadi keluarlah dari dapur!” Ucap Sanji kepada mereka.

“PRAAAAAAANNNGG!!” Salah seorang dari mereka memecahkan botol minum. Dan mereka langsung menyerang Sanji dengan botol dan pisau dapur. “JANGAN MEREMEHKAN KOKI!!” Teriak salah satu dari mereka.

“SIUTTTT!! WHUSSSS!!” Sanji menghindari kedua serangan tersebut dengan cepat.

“DUGHH!! BRAGHHH!!” Sanji menendang mereka dan mengalahkan keduanya. “Si...siapa dia?” Ucap salah satu dari pegawai Restoran itu.

“Kalianlah yang seharusnya tak meremehkan koki!” Sahut Sanji sembari menangkap pisau dapur yang terlepas. “Izinkan aku menggunakan dapur ini sebentar saja!” Kata Sanji.

Sementara itu, Violet tengah menunggu Sanji di meja makan. “Maaf membuatmu menunggu, Violet-chan!” Sahut Sanji sembari membawa hidangan yang dimasaknya dengan troli.

“Kurasa tarian itu telah menguras staminamu!” Ucapnya sembari menghidangkan masakan yang baru dibuatnya itu. Violet terpesona dengan masakan yang dibuat Sanji. “Nikmatilah cita rasa dan nutrisi makanan ini!” Kata Sanji.

“Apakah kau....!” Ucap Violet. Tiba-tiba, terdengar suara yang tak asing lagi dari arah luar. “TUNGGGUUUU!!” Teriak orang tersebut. “DASAR PERI PENCURI!!” Lanjutnya.

Sanji keluar dari Restoran tersebut untuk melihatnya. “Marimo?” Gumam Sanji. Zoro baru saja berlari melewati Restoran tersebut untuk mengejar peri tersebut. sementara itu Sanji mendengar suara yang lain. “DIMANA KAU!? KANJURO!” Teriak orang yang lain, yang juga melewati Retoran itu dari samping.

“Kinemon!” Ujar Sanji. Kinemon mencari keberadaan Kanjuro, dia berlari sambil membawa buah yang dibelinya.

“APA TELAH TERJADI SESUATU?” Sahut Violet dari dalam. “Oh tidak, bukan apa-apa!” Jawab Sanji sembari masuk lagi ke dalam Restoran. Sementara itu dari dalam tong sampah di depan Restoran, ada seseorang yang memperhatikan Sanji yang ada di dalam Restoran tersebut.

“Aku tak berniat untuk pergi sesuka hatiku, maafkan aku Luffy! Karena ini takdirku!” Gumam Sanji dalam hatinya. Sanji melanjutkan kencannya dengan Violet.

Di Colosseum Corrida yang terdapat Event besar hari ini. Luffy dan Franky telah tiba di luar Colosseum.

“UWOHHHHHH!!” Suara ratusan orang terdengar sampai keluar.

“Ini....!” Kata Franky. “BESAR SEKALI COLOSSEUMNYA!!” Teriak Luffy dengan semangatnya. “Petarungan seperti apa yang dilakukan di dalam!?” Pikir Franky.

“UWOHHHHHH!!”

“Ramai sekali, aku jadi ingin mengikuti pertandingan di dalam!” Gumam Franky. “Benar-benar ramai!” Lanjut Luffy. Sementara itu, ada kegaduhan yang terjadi di lur Colosseum. Dua orang polisi sedang mengejar sebuah mainan.

“Dia merepotkan kita!” Ucap salah seorang Polisi. “DOR! DOR! DOR!!”

“CEPAT MENYERAHLAH!! PRAJURIT MAINAN BURONAN!!” Teriak mereka. Luffy dan Franky melihat kegaduhan tersebut.

“KALIAN TAK BISA MENEMBAKKU!” Balas mainan prajurit itu. “JET WALK!!” Mainan itu menggunakan kemampuannya untuk berlari dengan cepat menghindari tembakan demi tembakan. Lalu dia melompat dan tiba di jendela atas Colosseum.

“KALIAN TERLALU LAMBAT!! LIHATLAH!!” Seru mainan itu, dua orang polisi yang mengejarnya terkejut.

“AKU SUDAH MENGINJAKKAN KAKI DI COLOSSEUM! KALIAN MENGERTI ATURAN BUKAN?” Seru mainan tersebut yang bernama Mad Lightning Soldier, seoran mainan prajurit berkaki satu.

“Hahahaha! Polisi dan Angkatan Laut tak diizinkan memasuki Colosseum, meski terdapat kriminal di dalam Colosseum, ini berada di luar kewenangan kalian! Hukum di negeri ini diatur oleh Keluarga Donquixote! Jika kalian menarik pelatuk itu, kalian sendirilah yang akan menjadi kriminal!” Ucapnya.

“PERGILAH!!!” Teriak Prajurit mainan itu. “SIAL!!” Balas dua orang polisi tersebut. Lalu para polisi tersebut meninggalkan Colosseum.

“Pulau yang aneh, mereka memasukan mainan dalam daftar buronan ya? Dan sebagai mainan dia itu sombong sekali!” Ucap Franky. Kemudian Mainan Prajurit itu melompat dan mendarat di depan Luffy dan Franky.

Prajurit mainan tersebutpun langsung menyapa mereka berdua. “Ada orang tua di sini? Apa boleh aku membantu kalian!?” Tanya Prajurit Maianan itu.

“Tiba-tiba dia menjadi ramah begitu?” Ujar Franky. Sementara itu Luffy tertawa melihatnya. “Hahahaha! Prajurit Mainan yang lucu!” Tawanya.

“Tidak, tidak!” Jawab si Prajurit Mainan itu. “Apa aku lucu? Apa iya? Apa benar?” Sahutnya sembari tiduran di tanah dan bergaya yang konyol. Luffy semakin tertawa melihat tingkah konyol mainan tersebut.

“Paman, minggirlah dari sana?” Pinta Franky padanya. “Oh, maafkan aku yang telah menghalangi jalan!” Ucapnya, lalu wajah mainan tersebut pun langsung memerah.

“Kau benar-benar tersipu!” Tanya Franky. Prajurit mainan itu bingung. “Kau benar-benar tersipu ya?” Tanya Franky lagi.

“Sa...sama sekali tidak! Maianan harus membuat orang-orang tersenyum, tak ada mainan yang tersipu seperti itu!” Jelasnya dengan wajah tetap memerah.

“Hahaha, dia benar-benar lucu!” Ujar Luffy yang terus menertawainya. Sementara itu di salah satu stand pendaftaran, seorang panitia masih mencari-cari peserta yang hendak mendaftar.

“KAMI AKAN SEGERA MENUTUP PENDAFTARAN PESERTANYA!” Seru panitia wanita itu. Luffy dan Frankypun langsung menoleh ke sumber suara itu.

“Hufh! Tak ada orang yang mendaftar ya, dasar pengecut semua!” Gumam si panitia itu sembari membereskan berkas-berkas pendaftaran.

Franky segera memberi tahu Luffy untuk segera mendaftar. “Hei Luffy! sepertinya kau harus pergi ke sana?” Ucap Franky sembari menunjuk ke stand pendaftaran tersebut.

“Begitu ya!” Ucap Luffy. lalu Luffypun berteriak. “OII DI SINI! DI SINI! AKU INGIN MASUK!!” Teriaknya.

“MASUK!! MASUK!! MASUK!! MASUK!!!” Seru Luffy berteriak-teriak di sekitar Colosseum itu. Membuat semua mainan dan orang-orang yang di sana melihat padanya. Prajurit Maianan menahannya. “Jangan! Anda sudah terlalu tua!” Ucap si Prajurit Mainan.

Tapi Luffy dengan santainya tertawa padanya. “Ksihihihihihihi!” Tawanya pada si Prajurit mainan tersebut.

Bersambung....

Karakter

Link Luar

Anime versi Teks

Navigasi Situs

Episode Sebelumnya Episode Selanjutnya
Arc Dressrosa
Chapter Manga
700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710
711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721
722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732
733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743
744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754
755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765
766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776
777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787
788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798
Episode Anime
629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639
640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650
651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661
662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672
673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683
684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694
695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705
706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716
717 718 719 720

Also on Fandom

Random Wiki