Fandom

Wikia One Piece

Episode 633

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Seorang Ksatria Hebat Tak Dikenal! Kemunculan Lucy!
Episode 633.png
← Sebelumnya Episode 633 Selanjutnya →
Informasi Jepang
Kanji 最強の無名戦士! ルーシー登場
Romaji Saikyō no Mumei Senshi! Rūshī Tōjō
Tanggal Tayang 16 Februari 2014

"Seorang Ksatria Hebat Tak Dikenal! Kemunculan Lucy!" adalah episode 633 dari anime One Piece.

Alur Cerita

Dressrosa, Di Depan Corrida Colosseum. Luffy ingin mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu Peserta turnamen.

“Ksihihihihi!” Luffy terus tertawa di depan stand pendaftaran. “Ah, Pak Tua! Aku di sini sedang mencatat para petarung yang mendaftar masuk Corrida Colosseum” Kata Petugas staff yang ada di sana.

“Ya! Aku ikut!” Ucap Luffy dengan tanpa ragu sedikitpun.

Beberapa orang yang ada di sekitar sana terkejut, karena Luffy berpenampilan seperti kakek-kakek dan mereka bertanya-tanya apakah mungkin dia bisa bertahan di sana. “Ada apa ini? Kakek tua itu akan mengikuti pertarungan?” Tanya seseorang dengan herannya. “Apa dia akan baik-baik saja? Apa dia tidak tahu siapa yang akan dilawannya?” Lanjut sebuah mainan di sebelahnya.

“Benar sekali, Karena di dalam sana ada orang-orang kuat di Dunia Baru yang memperebutkan Buah Mera Mera. Bahkan juga di sana ada petarung kuat dari keluarga Donquixote!” Sahut seseorang yang lain.

Kemudian, Luffy tetap mendaftarkan dirinya ditemani oleh Franky. “Hei, Luffy! dengar ya? Berjanjilah satu hal, kau boleh bertarung sesukamu. Tapi jangan sampai kau membocorkan identitasmu!” Bisik Franky pada Luffy. “Aku mengerti” Kata Luffy.

Akhirnya Luffy mulai mendaftarkan diri. “Tulis namamu!” Pinta si Petugas itu. “Luff.....!!” Eja Luffy. Tapi Franky segera memukulnya.

“DUAAAAGHH!!”

“APA KAU BODOH!!!” Teriak Franky. Luffy hendak menulis nama aslinya yang untungnya segera diperingati oleh Franky agar identitasnya aman.

Lalu kemudian, Luffy berhasil menjadi Peserta turnamen Corrida Colloseum dengan nama Lucy dan no Peserta 0556. Luffy sebagai Lucy diantar oleh Petugas itu untuk memasuki Colosseum. “Sampai di sini, hanya petarung yang diperbolehkan masuk!” Ucap Petugas itu sembari menutup jeruji pintu besi.

“Ikuti Aku!” Kata si Petugas itu, lalu dia berjalan untuk mengantar Luffy. Franky memberikan pesan sebelum mereka berpisah. “Kalahkan mereka semua! Tapi tetaplah bersikap seperti orang biasa!” Bisik Franky.

“Serahkan saja padaku! Aku akan kembali dengan membawa buah Mera Mera!” Ucap Luffy kepada Franky. Kemudian Luffy pergi dan mengikuti Petugas tersebut. Franky pun segera pergi dari sana, namun dia terkejut kalau Tentara Mainan yang mereka temui diluar Colosseum ada di sana.

“Sudah kuduga, dia mengikuti pertarungan ini! Rebecca!” Gumam si Tentara Mainan itu, sembari melihat papan informasi yang bertuliskan pembagian perserta turnamen per blok.

Franky mengabaikannya dan diapun meninggalkannya. Tapi, Langkah Franky terhenti sejenak sembari melihat ke arah si Tentara Mainan itu lagi. “Hei!” Sapa Franky.

“A..apa yang kau inginkan?!” Seru si Mainan terkejut. “Apa kau terlahir di negara ini?” Tanya Franky. “Tentu saja, aku dilahirkan dan dibesarkan di sini! Aku adalah penduduk asli Dressrosa!!” Jawab si Mainan.

“Begitu ya!” Ujar Franky yang sepertinya menemukan hal yang dicarinya. Kemudian Franky mendekati si Tentara Mainan itu. “Bolehkah aku bertanya sesuatu? Apa kau tahun tentang berita besar Keluarga Donquixote hari ini??” Tanya Franky kepadanya.

Mendengar nama keluarga itu, si mainan terkejut. “DONQUIXOTE!!” Teriaknya. Franky menyumpal mulut si mainan karena dia terlalu berisik. “Jangan keras-keras! Kau tahu atau tidak?” Sahut Franky sembari melepas jarinya dari mulut si Mainan. ”Kenapa kau menanyakan hal seperti itu?” Balas si Mainan.

“Aku tak bisa mengatakan padamu soal alasannya!” Jawab Franky. “Lalu, apa kau tahu tentang keberadaan suatu Pabrik?” Tanya Franky lagi. Si Mainan langsung berteriak lagi. “PA...PABRIK!!” Teriaknya.

Franky kembali menyumpal mulut si mainan karena teriakannya berisik sekali. “Sudah kubilang, jangan keras-keras!” Ujar Franky yang mulai terlihat kesal dengan si Tentara Mainan.

Kemudian, di tempat lain. Franky dan Violet keluar dari dalam Restoran yang dipakai untuk memasak dan makan oleh mereka berdua. Sanji menjerit-jerit ketika Violet melihatnya dan mendekatinya. “AAAAHH...AAH!!” Teriaknya.

“Terima kasih, masakanmu memang yang terbaik!” Ucap Violet dengan lembutnya. “UWAAAAHHH!!” Teriak Sanji kembali menjerit.

“Sekarang aku mengerti, aku telah meningkatkan kemampuan memasakku. Tapi ternyata itu semua untuk Violet-chan!” Balasnya dengan Lembut. Mendengar ucapan Sanji itu, Violet langsung tersipu malu.

“Itu tidak mungkin!” Ucap Violet. “AKU BAHAGIA MENDENGARNYA!” Teriak Violet sembari menggenggam tangan Sanji.

Sanji langsung histeris diperlakukan seperti itu. “UWAH....WAHHH.. AHHHH..!!” Sanji tak terkendali. Tapi tiba-tiba, ada Polisi yang datang dan Violet menyadari hal itu. “Ada seseorang yang datang!” Gumamnya.

“Ke sini!” Serunya sembari membawa Sanji. “DRAP! DRAP! DRAP!!” Violet membawa Sanji lari dengannya.

“Ya, aku akan mengikutimu sampai ke ujung dunia sekalipun!” Ujar Sanji di dalam hatinya. “Oh, kita ini seperti Cinta Pelarian! Semakin mereka mengejar, semakin dekat hati kita!” Sanji semakin berkhayal yang aneh-aneh dengan Violet dalam pikirannya.

“Semakin kita membuat dunia memusuhi kita, semakin membara pula bara api cinta kita! Kuharap kebahagian ini kekal abadi selamanya!” Gumam Sanji yang berkhayal akan hidup berdua dengan Violet.

Sementara itu, Violet berhasil mengamankan dirinya juga Sanji dari kejaran Polisi. “Mereka bisa dengan mudah menemukan kita, ayo kita terus berjalan!” Ucap Violet. “Baik!” Jawab Sanji yang masih membayangkan sesuatu.

Tapi, dia langsung sadar karena itu semua hanya mimpi, dan Sanji langsung termenung. “Jadi itu tadi hanya mimpi saja” Keluhnya. Violet berhenti dan dia melihat Sanji yang sedang murung.

Violetpun kembali mendekati Sanji, dan tiba-tiba Violet kembali memegang tangan Sanji. Sanji kembali terkejut. “I..i..Ini!!” Sentak Sanji.

“Ayo pergi...!” Ucap Violet sembari mengedipkan matanya kepada Sanji.

“UWAAAAAAAAAAAAAHHH!!” Sanji berteriak dengan kerasnya.

Kembali ke Corrida Colosseum, Luffy mengikuti si Petugas tersebut. Luffy terkagum-kagum dengan bangunan yang super megah itu. Dan akhirnya merekapun tiba di Ruang Tunggu. “Ini adalah ruang tunggu bagi Peserta, kau bebas melakukan apapun sebelum giliranmu tiba!” Kata si Petugas itu.

“Wah, ramai sekali ya?” Ujar Luffy yang kagum dengan tempat itu. Beberapa Peserta tengah berlatih dan pemanasan menunggu waktu pertandingan.

Bermacam-macam orang dan bermacam-macam hal yang mereka lakukan selagi menunggu. “Dugh!! Dugh!! Dugh!!” Seorang Peserta sedang berlatih meninju samsak untuk memperkuat pukulannya. Beberapa Peserta yang lain adu mulut. “Buah Mera Mera akan menjadi milikku!” Ucap seorang Peserta. “TIDAK!! MILIKKU BODOH!” Teriak Peserta yang lain.

Seorang Peserta besar menghampiri orang yang sedang berlatih tinju. “Minggir kau menghalangiku!” Ucap orang besar itu. “APA KAU BILANG!!” Teriak si orang yang sedang berlatih itu sembari menoleh.

Dia pun terkejut karena ukuran tubuhnya kalah jauh. “Uwahhh!!”

“OWAAAAAHHH!!” Orang besar itupun mulai berlatih tinju. “DUAAARHH!!” Dan Samsak yang dipukulnya hancur akibat pukulannya.

Luffy sangat terpesona dengan orang-orang di sana, dia melihat mereka semua sembari berjalan-jalan.

Beberapa orang mulai menyadari keberadaan Luffy. “Hei siapa si pendek itu?” Tanya seseorang. Seketika Luffy menjadi pusat perhatian karena dia terus berkeliling di ruangan itu.

“Begitu ya? Kita boleh menggunakan senjata apapun ya!” Ucap Luffy. Beberapa Peserta mencibir dan menertawakan Luffy karena dengan penampilan seperti itu dia terlihat lemah.

“Mau apa si pendek itu masuk ke sini!” Teriak seseorang dan diikuti tawa teman-temannya. “HAHAHAHAHA!”

Kemudian, seorang Peserta tampak gusar dan tidak suka dengan kehadiran Luffy. “Hei Siapa dia?” Tanya orang yang bernama Spartan itu. “Oh, dia adalah Peserta yang terakhir masuk!” Jawab temannya.

“Orang seperti inilah yang paling kubenci!” Kata Spartan. Spartan adalah seorang Gladiator Corrida Colosseum yang menang 51 kali dalam Petarungan Bulanan.

Saking kesalnya dia, lalu Spartan mulai mendekati Luffy. Ukuran Tubuhnya jauh lebih besar dari ukuran tubuh Luffy.

“HEI BOCAH JENGGOT PALSU, INI ADALAH ARENA PERTARUNGAN!” Teriaknya kepada Luffy dengan sangat marah. “HENTIKAN! SPARTA!” Seru seseorang menghampiri Spartan.

“APA MENARIKNYA MENGHABISI ORANG LEMAH SEPERTI DIA!! PARA PENONTON AKAN LEBIH SENANG JIKA MELIHAT PARA PETARUNG KUAT SALING BERADU! INI BUKAN TEMPAT UNTUKMU, PERGILAH!” Teriak Spartan.

Kemudian Spartan bersiap hendak menghajar Luffy. “PULANGLAH SEKARANG!” Teriak Spartan sambil mengambil kuda-kuda untuk memukul.

“SIUUUUUTTT!!!!” Luffy menghindarinya. Spartan kembali mencoba memukul dengan lengan yang satunya lagi. “SIUUTT!!!” Tapi Luffy kembali menghindarinya.

Spartan yang kesal bertubi-tubi menyerang Luffy. “Siuutt!! Siuutt!! Siuutt!! Siuutt!! Siuutt!!!!” Namun tak satupun serangannya mengenai Luffy, sampai akhirnya Luffy menarik lengan Spartan.

“WHUSSSHHH!!” Luffy menarik dan memutar-mutar Spartan dan langsung membantingnya ke lantai.

“DUAGHHHH!! GYAAAAAAA!!” Spartan pun langsung tertancap ke lantai dan tak sadarkan diri. Beberapa orang misterius menyaksikan perkelahian antara Spartan dan Luffy.

Para Peserta yang di sekitar mereka berdua terkejut bukan main. Luffy dengan santainya tersenyum kepada orang-orang yang terkejut dengan kekuatannya yang bisa mengalahkan Spartan. “Kshihihihi! Senang bertemu dengan kalian semua!” Ucapnya.

Spartan kalah telah oleh Luffy, semua Peserta di sana terkejut dengan keributan yang mereka lakukan. “DIA MENJATUHKAN SPARTAN!!” Teriak seseorang. “APA-APAAN SI KECIL INI!” Sahut yang lain.

Luffy hanya tersenyum mendengar teriakan mereka. “Tidak mungkin! Dia adalah salah satu bintang Gladiator Colosseum ini!” Ucap seorang Peserta. “Mungkin dia hanya terpeleset saja!” Sahut yang lain. “BAHKAN TANAHNYA SAMPAI BERLUBANG!” Teriak Peserta yang lain.

Luffy ingin meninggalkan keramaian tersebut. “Baiklah, dimana aku bisa duduk!?” Ucap Luffy. Seorang Petugas mendekatinya. “Apa kau yang memulai pertarungan ini!?” Tanya Petugas itu.

Luffy menoleh kepada Petugas itu. “Kau harus pergi, kau didiskualifikasi!” Kata Petugas itu. “EHHH!!!” Luffy terkejut. “Berandalan sepertimu hanya bisa mengacaukan pertandingan seperti ini...!” Lanjut si Petugas itu.

Tapi tiba-tiba, sebuah kapak besar melayang dan menancap di depan Petugas itu. “UWAAAAAA!!!”

“BRUGGHHHH!!!” Seseorang melempar kapak itu. “Ayolah! Ayolah! Hentikan itu bodoh!” Ucap seseorang yang melempar kapak itu.

“Orang bertubuh besar itu yang memulai duluan! Jika kau ingin mengeluarkan seseorang, keluarkan orang itu!” Sahut orang itu sembari menunjuk Spartan. “Lagipula dia sudah pingsan!” Lanjut orang di sampingnya.

Beberapa Peserta menyadari siapa orang-orang yang ikut campur itu. “OHH! ITU SAI DAN BOO DARI KANOKUNI!!” Teriak seseorang. “BAHKAN DON CHINJAO JUGA ADA DI SINI!!” Sahut Peserta yang lain. “DIA SEORANG ADALAH LEGENDA!!”

Orang yang membantu Luffy adalah sebuah kelompok yang datang dari negeri bernama Kanokuni. Sai, Boo dan Don Chinjao. Sai dan Boo adalah dua bersaudara, sedangkan Don Chinjao adalah kakek sekaligus pemimpin kelompok mereka.

“Benarkah!?” Tanya si Petugas ke seorang Peserta. “Ya benar, Spartanlah yang memulainya!” Jawab seseorang Peserta. “Begitu ya!? Kalau begitu, Spartan harus keluar! Lucy, kau tetap di sini!” Jelas si Petugas itu.

“Baiklah!” Ucap Luffy sembari membawa kapak dan mengembalikannya kepada Sai dan Boo. “Aku terselamatkan! Terima kasih!” Ucap Luffy sembari mengembalikan kapak.

“Tak perlu mengatakannya bodoh!” Balas Sai, lalu Sai kembali berucap. “Ya ampun, kau tak perlu mengatakannya, kau tak perlu berkata terima kasih! Aku tak suka mendengar kata terima kasih!” Ucap Sai lambat laun sikapnya Sai berubah.

“TARIK KEMBALI UCAPAN TERIMA KASIH ITU, KURANG AJAR!!” Teriak Sai sembari ingin menerkam Luffy. “KAU TAK PERLU SAMPAI SEPERTI ITU UNTUK MENOLAK UCAPANNYA KAKAK!!” Seru Boo untuk sembari menahan dan menenangkan kakaknya.

“JANGAN PERNAH MENGATAKAN HAL BODOH ITU LAGI!!” Teriak Sai. “Maaf, dia ini orangnya mudah tersinggung!” Ucap Boo kepada Luffy. Luffy sedikit agak bingung dengan sikap mereka. “Ada banyak sekali orang aneh di dunia ini ya?” Pikir Luffy.

Sementara itu, ada beberapa orang lain juga yang adu mulut di sekitar sana. “Kurang ajar! Berhentilah membuat kelompok orang-orang kuat di dalam Blok-mu, Dagama!” Ucap seorang Peserta bernama Kelly Funk.

“Bicara apa kau ini, Kelly Funk?” Pikir Dagama.

Beberapa Peserta lain juga sepertinya menyadari kalau mereka adalah nama-nama besar dari negara lain. “Lihatlah mereka?” Sahut seorang Peserta. “Ya, mereka memiliki beberapa nama besar dari setiap negara! Ini jadi seperti perang antar negara untuk memperebutkan buah iblis!” Balas yang lain.

Kelly datang bersama adiknya Bobby Funk, mereka berdua dikenal sebagai Funk Bersaudara. “Membayar orang dan membuat kelompok?” Kelly menjelaskan maksudnya kepada Dagama. “KAU MEMBUATKU MUAK!” Teriak Kelly pada Dagama.

“Ini adalah pertarungan pribadi, meskipun kau berbuat selicik apapun. Hanya akan ada satu pemenang dari tiap blok yang akan maju ke babak selanjutnya!” Ucap Bobby sang adik. “Jangan terlalu naif! Aku tahu kalian berdua berada di sini atas perintah dari negara kalian!” Balas Dagama yang merupakan seorang ahli Strategi Kerajaan Prodence.

Dagama hadir di sini bersama Raja Kerajaan Prodence, yaitu Raja Petarungan Elizabello kedua.

“Dengan mendapatkan buah Mera Mera! Sebuah negara akan memiliki kekuatan lebih hebat dari senjata apapun, dan memiliki keuntungan dalam hal Diplomasi!” Ucap Dagama kepada Funk bersaudara.

Dagama terus berbicara kepada mereka berdua, sedangkan sang Raja, Elizabello terus melakukan pemanasan di belakang Dagama.

“Lihatlah di sekeliling kalian!” Pinta Dagama kepada Funk bersaudara. “Lihatlah wajah-wajah itu! Lihatlah di sana....!” Ucap Dagama. Dagama menunjuk nama orang-orang besar yang mengikuti turnamen yang berhadiah Mera Mera ini.

“Penjahat kelas A yang terlibat dalam Pertempuran Laut Dias, Suleiman si Pemenggal! Mantan pemburu hadiah, yang membombardir lembaga pemerintah, Abdullah dan Jeet!! Seorang petualang, Orlumbus yang tak terkalahkan!! Peserta pendukung Keluarga Donquixote, Bajak Laut sadis yang memiliki nilai buronan di atas 100 juta, Bellamy Sang Heyna!!” Kata Dagama memperkenalkan orang-orang yang sedang menunggu pertandingannya di ruang tunggu tersebut.

Namun, Dagama melanjutkan memperkenalkan beberapa nama lagi karena mereka tidak terlihat di ruangan ini. “Dan lalu, Bajak Laut Bangsawan. Cavendish juga ada di sini! Lalu seorang Rookie gila bernama Bartolomeo yang menjadi pembicaraan beberapa tahun terakhir!” Lanjutnya.

“Bagaimana? Kau pikir mereka semua berada di sini tak merencanakan sesuatu!? Mustahil sekali mereka tak memiliki rencana! Aku yakin kalian pun juga pasti memiliki, rencana bukan?” Seru Dagama membalas perkataan Funk bersaudara.

Sementra itu, Luffy berkeliling kembali. Dan dia sepertinya mulai kelihatan lapar. “Apa di sini tak ada makanan?” Tanya Luffy kepada Petugas. “Tak ada!” Jawab Petugas itu dengan singkatnya.

Sedangkan Dagama terus memperjelas tentang pertarungan Colosseum. “BABAK PERTAMA ADALAH BATTLE ROYAL!! HANYA PEMENANG DARI SETIAP BLOK LAH YANG AKAN MAJU KE BABAK SELANJUTNYA!” Seru Dagama kepada orang-orang yang dibayarnya untuk masuk ke dalam timnya.

“UWOOOHHH!!” Teriak para Peserta yang dibayar oleh Dagama.

“PERTARUNGAN DI BLOK A AKAN SEGERA DIMULAI! DAN BLOK B, C DAN D AKAN MENYUSUL! ADA 550 PETARUNG DI SINI! DAN HANYA EMPAT ORANG DARI KITA YANG MENANG DI BABAK PERTAMA INI! TAK MUDAH UNTUK MENDAPATKAN KEMENANGAN!!” Teriak Dagama kepada Kelly. Sedangkan Kelly hanya diam saja mendengar ocehan Dagama.

“...Jadi kurasa kalian dua bersaudara bisa berada di blok yang sama karena membayar seseorang bukan?” Tanya Dagama. “Ini hanya kebetulan!” Jawab Kelly. “Ini kebetulan!” Lanjut Bobby.

“Aku tahu semaunya memiliki alasan yang berbeda-beda! Tapi dunia akan berubah menjadi kacau saat seseorang mendapatkan Buah Mera Mera!” Ucap dagama. Funk bersaudara mulai kesal dengan ocehan Dagama, dan mereka berdua pun meninggalkannya.

“Daripada mengoceh tak jelas sebaiknya kita melakukan yang terbaik untuk pertarungan ini!! Gamahahaha!” Seru Dagama sembari tertawa kepada mereka berdua.

Sementara itu, Luffy masih terus tak bisa diam. Luffy mulai bertanya berada di Blok mana dia. “DI Blok berapa aku?” Tanya Luffy kepada Petugas. “Kurasa Petugas pendaftaran sudah memberitahumu!” Jawab Petugas itu. Kemudian Petugas itu mengecek kertas yang dibawanya. “Nomormu 556, jadi kau berada di Blok C!” Kata si Petugas itu.

Sementara itu di pusat kemeriahan, di arena para Gladiator. Blok A akan segera memulai pertandingannya. Ratusan penonton bergemuruh membuat Colosseum bergetar.

“UWOOHHHHHHHHHHH!!!”

“SEMUANYA MAAF MEMBUAT KALIAN MENUNGGU!” Sapa sang pembawa acara sekaligus komentator. “AKAN KUJELASKAN BAGAIMANA PERTARUNGAN HARI INI!” Teriaknya.

“UNTUK BABAK PERTAMA, PARA PETARUNG DIPISAHKAN DALAM EMPAT BLOK! DAN MEREKA AKAN MELAKUKAN BATTLE ROYAL!” Seru Pembawa Acara yang akan menjelaskan sistem pertandingannya.

“BATTLE ROYAL ADALAH PERTARUNGAN SEMUA PETARUNG DALAM SATU RING, JADI BAGI SETIAP PETARUNG SEMUANYA MUSUH! DAN BAGI SIAPAPUN YANG MAMPU BERDIRI SAMPAI AKHIR, TAK TERELIMINASI ATAUPUN TERBUNUH DIALAH PEMENANGNYA! DAN PETARUNG AKAN TERELIMINASI SAAT MEREKA TERLEMPAR KELUAR DARI RING ATAU TERBUNUH DALAM TING!!”

“DAN LAGI, AIR LAUT YANG ADA DI LUAR RING MERUPAKAN DAYA TARIK TERSENDIRI BAGI COLOSSEUM, YANG DI DALAMNYA TERDAPAT IKAN PETARUNG YANG MEMANGSA SIAPAPUN YANG TERJATUH!”

“DI DALAM ATAUPUN DI LUAR RING ADALAH NERAKA! ITULAH COLOSSEUM CORRIDA! KITA AKAN SEGERA MEMULAI PERTARUNGANNYA!” Seru komentator.

“UWOOHHHHHHHHHHH!!!” Penonton semakin bersemngat. Sedangkan di atas arena para petarung sudah mulai mengeluarkan kebencian satu sama lain. Mereka semua tengah bersiap sebelum pertandingan Blok A di mulai.

“BAIKLAH! INILAH BABAK PERTAMA DARI ACARA SPESIAL COLOSSEUM CORRIDA!! BATTLE ROYAL DARI BLOK A YANG BERISI 137 PETARUNG!! SEKARANG AKAN DIMULAI!!”

“TEEEEEEEEEEENNNGGGGGGGGGG!!!!” Bel tanda dimulainya pertandingan telah berbunyi.

Blok A telah dimulai, para petarung mulai menyerang satu sama lain. Penonton semakin bersemangat menyaksikan siapa pemenangnya.

“UWOOHHHHHHHHHHH!!!”

Colosseum Corrida sudah memulai kemeriahannya.

Di tempat lain, masih di Colosseum. Di sebuah tempat di mana banyak sekali perlengkapan Gladiator di dalamnya, Luffy berada di sana untuk memilih pakaiannya.

“Baju besi! Pelindung!” Gumam Luffy sembari melihat-lihat barang-barang itu. “UWOOOOOOOHHHH!!” Luffy sangat kagum dengan tempat tersebut.

“Ini hebat! Kita boleh menggunakan apapun di sini!?” Tanya Luffy kepada Petugas. “Kau boleh menggunakan senjata apapun, kecuali senjata api!” Jawab Petugas.

Di sana Luffy juga takjub dengan sebuah patung. “Uhhhhh! Patung setengah badan dari seorang Ksatria! Keren!!” Seru Luffy. “Boleh aku minta?” pinta Luffy kepada Petugas itu.

“Tidak boleh!” Jawab si Petugas itu. Tanpa diduga ada seseorang yang juga sedang menuju ruangan tersebut.

“TAP! TAP! TAP! TAP!!” langkah kaki orang tersebut membuat beberapa orang menoleh. Para Petugas wanita yang ada di sana tiba-tiba terjatuh karena terpesona dengan orang itu.

“Brugh! Brugh! Brugh!!”

Sementara itu, Luffy sibuk memilih satu demi satu perlengkapan yang ingin dikenakannya. “Aku akan memakai baju besi inI! dan pelindung kepala ini lebih keren dari milik ksatria itu! Oh ini juga bagus! Aku akan menggunakan pedang besar ini! Pasti terlihat bagus dan hebat!” Gumam Luffy.

Lalu, Luffy dengan segera memakai perlengkapan yang dipilihnya. “Keren sekali! Andai saja Usopp dan yang lainnya bisa melihatku memakainya!” Gumam Luffy.

Di sela-sela kesibukan Luffy, seorang yang berhasil memikat para wanita sehingga membuat mereka pingsan semakin dekat dengan ruangan di mana Luffy berada. Seorang Petugas wanita yang sedang berdiskusi dengan Petugas pria, tiba-tiba terjatuh.

“Brughh!!”

“Hei ada apa!?” Tanya Petugas pria itu. “Pa...pangeran...itu?” Ucap Petugas wanita itu. “Pangeran?” Kata si Petugas pria dengan herannya.

Sementara itu beberapa Peserta yang ada di sana, menyadari siapa orang tersebut. “Para gadis tiba-tiba pingsan?” Ucap seorang Peserta. “APA!?” Teriak orang di sampingnya kaget.

“Tidak, aku sudah tak tahan lagi!” Ucap para gadis yang pingsan tak berdaya.

“Lihat itu Cavendish!” Sahut Peserta yang kenal dengan orang itu. “Bajak Laut Bangsawan itu? Dia masih hidup!” Balas orang di sampingnya. “Tak kusangka dia akan secantik itu!” Sahut pria di sebelahnya.

Cevendish pun tiba di ruangan tersebut. “Di sinikah ruang tunggunya!?” Ucapnya sembari melihat-lihat. Kemudian dia melihat kepada seseorang. “Ah, Kau yang di sana?” Sahutnya.

“Itu tidak boleh!!” Kata Cavendish kepada Luffy yang sudah memakai semua perlengkapan yang dipilihnya. “Ada batasan berat dari pemakaian perlengkapan senjata!” Sahut Cavendish.

“Begitu ya?” Kata Luffy yang tidak mengetahuinya. “Tapi ini keren sekali lho....!” Pikirnya.

“Ya, apapun yang kau pakai akan percuma saja! Karena akulah yang akan memenangkan Buah Mera Mera!” Kata Cavendish sembari duduk.

“Ya, kekuatan indah itu hanya akan menjadi milikku!” Ucapnya sembari memegang dan menghirup mawar merah yang dibawanya.

Karakter


Link Luar

Anime versi Teks

Navigasi Situs

Episode Sebelumnya Episode Selanjutnya
Arc Dressrosa
Chapter Manga
700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710
711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721
722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732
733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743
744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754
755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765
766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776
777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787
788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798
Episode Anime
629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639
640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650
651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661
662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672
673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683
684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694
695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705
706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716
717 718 719 720

Also on Fandom

Random Wiki