Fandom

Wikia One Piece

Episode 635

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Reuni Yang Ditakdirkan - Bellamy Sang Hyena
Episode 635.png
← Sebelumnya Episode 635 Selanjutnya →
Informasi Jepang
Kanji 運命の再会 ハイエナのベラミー
Romaji Unmei no Saikai - Haiena no Beramī
Tanggal Tayang 2 Maret 2014

"Reuni Yang Ditakdirkan - Bellamy Sang Hyena" adalah episode 635 dari anime One Piece.

Alur Cerita

Dressrosa, Colosseum Corrida [Adegan 1]. Pertandingan Blok A telah usai dan memunculkan Jesuss Burgess sebagai juaranya. Di ruang tunggu, Luffy dihampiri oleh seorang pria yang tak asing lagi.

“KAU!!!” Teriak Luffy yang sangat terkejut dengan pria besar itu. Luffy mengingat tentang orang itu, dia teringat sosok Monbran Norland yang ada di Pulau Jaya. “Kalau tidak salah, kau orang yang telah berbuat kejam pada paman kepala ketupat itu!” Ujar Luffy.

“Namamu.....Maro!” Sahut Luffy, “Bellamy!!” Balas pria itu dengan cepat yang ternyata dia adalah Bellamy sang Heyna, pria yang pernah dikalahkan Luffy di Pulau Jaya. “Ya, Bellamy! Kenapa kau ada di sini!?” Tanya Luffy.

“Tak ada alasan khusus!” Jawab Bellamy, sekarang Bellamy sudah menjadi seorang mantan kapten Bajak Laut Bellamy. “Aku bukanlah penduduk Pulau Jaya, aku bisa berada di manapun juga!” Ujarnya yang sekarang memiliki Nilai Buronan 195 juta berry.

“Dan yang lebih penting lagi, Doflamingo adalah bajak laut pahlawan bagiku sejak kecil! Aku tak tertarik dengan Buah Mera Mera, aku memiliki alasan tersendiri untuk memenangkan pertarungan ini!” Lanjut Bellamy. Luffy tampaknya masih kesal dengan Bellamy soal masalahnya dahulu. “Kalau begitu, kita akan bertarung lagi!” Balas Luffy.

“Tapi Aku bukanlah aku yang dulu!” Kata Bellamy sembari tersenyum. Kemudian Bellamy berkata tentang sesuatu hal kepada Luffy. “Topi Jerami!” Panggilnya. “Aku telah mengunjungi Pulau Langit!” Kata Bellamy kepada Luffy.

“Ma...maksudmu Skypiea!?” Ucap Luffy dengan terkejut. “Aku kehilangan Kruku di sana tapi hal itu telah mengubah pandanganku terhadap dunia ini.” Ucap Bellamy. “KAU TAK MELAKUKAN APAPUN PADA ORANG-ORANG DI SANA, KAN?” Bentak Luffy kepada Bellamy.

“Mana kutahu!” Jawab Bellamy sembari membuka kacamatanya dengan tersenyum sinis pada Luffy. “Yang jelas, aku tak lagi menyimpan dendam padamu, aku akan menaiki kapal Doflamingo untuk melewati gelombang besar yang sebentar lagi akan datang!” Kata Bellamy kepada Luffy.

Kemudian Bellamy menaiki tangga sembari meninggalkan Luffy. “Aku tak akan menertawakanmu lagi!” Ucap Bellamy sembari memberi salam padanya.

Sementara itu, ditempat pembuangan sampah, ada seseorang yang mendekati Gambia yang pingsan akibat dihajar oleh Maynard.

Cerita beralih ke tempat lain. Di Sebuah Kafe di Bagian Timur Laut Dressrosa, kelompok Penyerahan Caesar, yaitu Law, Robin dan Usopp bersama tawanan mereka Caesar, sedang duduk dan menunggu waktu transaksi di Kafe tersebut [Adegan 2].

“Green Bit ya!?” Ujar si pemilik Kafe. “Kusarankan kalian tak pergi kesana!” Pintanya. “Apa kalian seorang peneliti atau penjelajah!?” Tanya Pemilik Kafe kepada mereka berempat.

“Ya, seperti itulah kami!” Jawab Usopp sembari meminum minumannya. “Sebaiknya kalian tak pergi ke sana meski kalian sudah siap mempertaruhkan nyawa!” Balas si pemilik Kafe. Kemudian Robin pun bertanya pada si pemilik Kafe. “Bukankah jembatan itu terlihat kuat sekali, bukan?” Tanya Robin.

“Ya, jembatan itu terbuat dari besi. Tapi lihatlah pintu masuknya, tak ada seorangpun yang melewatinya bukan?” Kata si pemilik Kafe sembari menunjukan pintu masuk jembatan ke arah Green Bit yang sama sekali ditutup untuk dilewati orang-orang. “Di sekitar Green Bit banyak terdapat Ikan Petarung. Sebelum mereka muncul, jembatan itu sering digunakan, tapi itu sudah 200 juta tahun lalu!” Jelas si pemilik Kafe.

Caesar pun penasaran dengan apa itu Ikan Petarung. “Shurororo! Tuan, apa itu Ikan petarung?” Tanyanya. “Seekor ikan buas yang memiliki tanduk. Jika kalian membawa kapal ke sana, kapal kalian pasti akan terbalik, karena itulah jembatan diperkuat dengan besi. Tapi itu juga percuma!” Kata si Pemilik Kafe. “PERCUMA!!” Teriak Usopp sangat kaget.

“WOI! APA IKAN-IKAN ITU BISA MENGHANCURKAN JEMBATAN BESI JUGA!?” Tanya Usopp kepada pemilik Kafe itu. “Ya, aku tak tahu bagaimana kondisi jembatan itu sekarang, hanya mereka yang melewatinya dan tak kembalilah yang mengetahuinya!” Ucap Pemilik Kafe itu dan kemudian meninggalkan mereka berempat.

Usopp semakin kkawatir dengan tempat transaksi tersebut. “HEI, TORAO!” Panggil Usopp kepada Law. “Kau harus mencari tempat lain!” Bisik Usopp. “Dia benar!” Sahut Caesar. “Kita tak mungkin melakukan pertukaran di tempat seperti itu, bodoh! Bodoh!!” Ucap Caesar.

“Aku tak akan mengganti tempat penyerahannya!” Ucap Law sembari meminum Kopinya. “Kita sudah di sini, jangan mengacaukan rencana, yang ku khawatirkan malah situasi yang terjadi di negara ini” Ucap Law sembari memperhatikan penduduk yang lalu lalang di sekitar mereka.

“Raja mereka tiba-tiba mengundurkan diri, kenapa mereka begitu tenang? Kita sedang berada di dalam situasi yang tak terduga” Pikir Law. “KARENA ITULAH AKU KHAWATIR!!” Bentak Usopp. sementara itu tiba-tiba Robin seakan-akan hendak menyembunyikan dirinya dari sesuatu yang dilihatnya. Robin melihat 3 orang pria yang berjalan di sekitar sana.

Usopp pun bertanya pada Robin. “Apa yang kau lakukan Robin!?” Tanya Usopp. “Pssssst!” Bisik Robin untuk tidak berisik pada Usopp. Caesar memperhatikan orang-orang itu dan dia pun terkejut. “Ada apa ini!?” Tanya Usopp.

“CP-0!” Ujar Law melihat ketiga orang berbadan besar dan memakai baju putih itu.

“CP!?” Ucap Usopp. “Agen Intelejen Terkuat Dunia, Chiper Pol Aigis Zero!” Kata Robin. Usopp tercengang mendengar nama Chiper pol. “Ja...jangan-jangan mereka ada hubungannya dengan CP9!” Pikir Usopp.

“Merekalah yang terkuat dalam Organisasi itu!?” Sahut Robin. Usopp terkejut lagi mendengar pernyataan robin tersebut. “CP9 bahkan sudah sekuat itu, dan mereka lebih kuat lagi!?” Gumam Usopp. “Ya, saat mereka mulai bergerak , tak ada hal yang baik yang sedang terjadi!” Jelas Robin.

“Benar sekali!” Kata Law sembari melihat ke arah para agen pemerintah terkuat tersebut.

Di tempat lain, Zoro sedang sibuk mengejar Peri yang membawa sekantung besar barang-barang curian dan Pedang Shusui Zoro [Adegan 3]. “DUNG! DUNG! DUNG! DUNG!!”

Zoro terus mengejar Peri tersebut. “Tak akan kubiarkan kau kabur, Peri pencuri!” Gumam Zoro. Zoro menambah kecepatannya, ketika nyaris mendapatkannya, Peri itu berbelok arah ke tempat yang banyak sekali kerumunan orang.

“Ihh, Kemana perginya!?” Ujar Zoro. “PRANGGGG!!” Tiba-tiba Zoro melihat suatu keributan di ujung kerumunan orang-orang tersebut. “DI SANA!!” Teriaknya. Zoro kembali mengejar Peri itu.

Peri tersebut kemudian menaiki bangunan dan berlari di atap rumah. Zoro pun segera menyadarinya. “DI SANA!!” Zoro berlari dan melompat mengejar Peri tersebut. “DI SINI!!” Teriak Zoro sembari berlari di atap rumah.

“DRAP!! DRAP!! DRAP!! DRAP!!!”

Zoro melompat dan menyongsong pedangnya yang dibawa Peri. “UWAAAAHHHH!!” Teriak Zoro. “AKU MENANGKAPMU!!” Seru Zoro sembari memegang Shusui yang masih terikat di kantung yang dibawa lari si Peri.

“CIIIIIIIIIIITTT!!” Kemudian Zoro memaksa Peri itu untuk berhenti di ujung atap bangunan. “KEMBALIKAN PEDANGKU!!” Teriak Zoro sambil melepas pedangnya dari ikatan di kantung tersebut.

Tiba-tiba sebuah teriakan dan tangan kecil menarik kerah baju Zoro. “KYAAAAAAAAAA!!”

“UWAAAAAAAHHHH!!” Membuat Zoro terpelanting dan jatuh ke bawah. “GUBRAAKKKKKK!!!” Lalu Zoro menyadari kalau Kantung besar itu ikut terjatuh ke arahnya. “UWAAAAAAHHH!!”

“KYAAAA!! TIDAAAAKKK!!” Teriak Peri tersebut. “GUSRAKKKKKK!!!” Kantung dan Peri itu menimpa tubuh Zoro. “INI BENAR-BENAR GAWAT! AKU MEMANG BODOH, MANUSIA BISA MELIHATKU!” Teriak si Peri itu dengan paniknya.

“Uhuk...!! Uhuk...!!” Zoro terbatuk-batuk dan kemudian dia melihat sosok peri tersebut. “AKU HARUS LARI ATAU MANUSIA AKAN.....AHHHH!” Teriak Peri itu dan panik ketika Zoro melihatnya.

“EHHHHH!!” Zoro pun terkejut melihat sosok peri yang mencuri pedangnya tersebut.

Di tempat yang lain lagi, Kinemon sendirian sedang berputar-putar di Kota karena dia tersesat [Adegan 4]. “Haaah...Ha....Haaahh....!” Kinemon sendirian berlari menuruni sebuah tangga. “DI MANA KAU KANJURO!?” Teriak Kinemon, tapi kemudian langkahnya terhenti karena segerombolan orang menghadangnya.

“Khikhihhihihihihi!!” Orang-orang yang memakai seragam itu tertawa licik dan kini mengepung Kinemon dari berbagai arah. “Siapa kalian!?” Tanya Kinemon sembari bersiap memegang gagang pedangnya.

“TREKKK!!” Bersamaan dengan itu, semua orang langsung mengarahkan pistol kepada Kinemon. “Aku hanyalah orang tua yang sedang lewat!” Ucap Kinemon kepada mereka. “Jangan Bohong, bukankah kau memiliki jambul di rambutmu!?” Tanya seseorang dari mereka yang mengenakan sebuah topeng duri.

“Ti..Tidak, ini bukan jambul tapi topi yang berbentuk!?” Jawab Kinemon dengan sedikit panik dan mencari alasan. “Kalau begitu, coba lepas topimu!?” Ucap orang itu. “Aku tak bisa melepasnya karena sebuah alasan!” Jawab Kinemon.

“Hahahaha, Kau adalah Samurai Kitsunebi Kinemon, bukan!?” Tanya Orang itu. “BUKAN! KALIAN SALAH ORANG! KALIAN PASTI TELAH SALAH MENGENALI ORANG!” Bentak Kinemon.

Orang-orang itu sudah sangat yakin kalau dia adalah Kinemon. “Kami telah melihatmu dari rekaman di Punk Hazard. Dan kami menyadari bahwa samurai sepertimu pasti akan kembali ke sini!” Ucap orang itu. Kinemon mulai terkejut. “Benar bukan!?” Sahut orang bertopeng itu.

“Jika memang begitu, memangnya kalian mau apa!? Biar kukatakan sesuatu padamu, jika kau menodongkan pistolmu pada seorang samurai. Sebaiknya kau persiapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk!” Ancam Kinemon kepada mereka semua. “Tunggu tahan sebentar!” Kata orang itu.

Orang itu tertawa. “Kau tak ingin menemukan Kanjuro dalam keadaan tak bernyawa bukan!?” Ancam balik orang bertopeng itu. “APA!! KANJURO KATAMU!!” Teriak Kinemon yang baru menyadari kalau mereka adalah para anak buah doflamingo.

“Jauhkan tanganmu dari pedang itu, Samurai-san!” Pinta si Orang bertopeng itu. Kinemon agak mulai sedikit terancam setelah mereka menyebut nama Kanjuro. “Kau tahu di mana Kanjuro berada bukan?” Tanya Kinemon. “Tentu saja, tapi jika kau tak menuruti perintahku, aku akan membunuh kalian berdua!” Ancamnya kepada Kinemon.

Kinemon sedikit marah, namun dia tak bisa melawan karena mereka mengancam soal Kanjuro.

Kembali ke adegan 1, yaitu Colosseum Corrida. “UWOOOOOOOOOOOHHH!!” Kemeriahan Colosseum terus bergemuruh ke seluruh penjuru. “SEKARANG, PESERTA DI BLOK B SATU PER SATU TELAH MEMASUKI ARENA!!” Teriak sang Komentator dengan semangatnya.

“UWOOOOOOOHHH!!”

Sementara itu, Luffy bergegas mencari tempat untuk menyaksikan pertandingan. “Aku harus cepat, pertandingan akan segera dimulai!” Ujarnya sembari mencari tempat yang kosong untuk melihat pertandingan Blok B. “Oh, di sini aku bisa melihatnya!” Gumam Luffy setelah mendapatkan jendela yang kosong untuk menyaksikan pertandingan.

Di bagian lain Colosseum, Vica Admiral Maynard tengah berjalan sendirian di sebuah lorong yang sepi setelah dia berhasil mengalahkan Gambia. “TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!!” Namun, dia tersadar kalau ada orang yang mengikutinya dari belakang.

Kemudian dia berbalik dan melihat seseorang dengan taring dan berambut hijau di belakangnya. “Kenapa kau melakukan hal sekotor itu, Tuan Angkatan Laut!” Tanya Orang itu kepada Maynard.

“Kalian mengirimkan tikus dalam pertarungan ini untuk menangkap Bajak Laut Buronan, bukan!?” Pikir orang itu sembari mendekati Maynard. “Bicara apa kau ini!?” Sahut Maynard padanya. “Hehahahaha! Kau memang pandai bersandiwara!” Balas orang itu.

“Tapi aku tak bisa membiarkanmu berkeliaran setelah kau menghajar anak buahku tercinta!” Tantang orang itu kepada Maynard. “Sepertinya aku juga harus membungkammu, Bartolomeo!?” Sahut Maynard kepada orang yang ternyata bernama Bartolomeo dan merupakan Kapten dari si Gambia yang baru saja dikalahkan oleh Maynard.

“Tak kusangka aku jadi seterkenal itu!” Jawab Bartolomeo. Vica Admiral Maynard kemudian bersiap untuk melawan Bartolomeo di lorong yang sangat sepi itu.

Di tempat lain, suasana romantis menyelimuti Sanji yang sedang jatuh cinta. Sanji kini tengah berduaan bersama di Violet [Adegan 5]. Sanji dan Violet berjalan seperti sepasang kekasih. “Hmmm...hmmmm..hmmm!” Sanji sangat menikmati kencannya dengan Violet.

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, mereka sedang diikuti oleh anak buah Doflamingo.

“Violet-chan!” Sapa Sanji. “Ya!” Jawab Violet dengan manisnya. “Ah tidak, aku hanya ingin memanggil namamu!” Ucap Sanji tersipu malu. “Ya ampun!” Balas Violet sembari tersenyum.

“UWOOOOOOHH!!” Sanji berteriak sangat gembira. Kemudian Volet pun memanggil Sanji. “Sanji-san!” Ucapnya. “Ya?” Jawab Sanji dengan semangat. “Aku hanya ingin memanggil namamu!” Ucap Violet membalas perbuatan Sanji.

“UWOHH....HOHOHOHOHO!!” Sanji kembali teriak dengan girangnya. Namun, di sebuah bangunan yang sangat tinggi, seorang anak buah Doflamingo berdiri sembari memegang Sniper. Orang itu mengarahkan bidikannya di antara Sanji dan Violet. “Aku sudah membidik targetku!” Gumamnya.

Ketika orang itu hendak menarik pelatuk, dia terkejut karena di dalam lensa bidiknya, dia melihat Sanji yang mendekat menyongsongnya. “AHHHHH!!”

“PUFFH! PUFFH! PUFFH! PUFFH!!” Sanji menerjang dan menendang Sniper itu.

“EYYYYAAAAA!!!” Teriak Sanji. “DESSSHHHHH!!!” Orang itu tertendang dan terjatuh. Violet sangat terkejut karena Sanji tiba-tiba sudah ada di atas bangunan yang cukup tinggi.

Dari atas bangunan, Sanji memberikan tanda jempol kepada Violet, kemudian Violet pun tersenyum padanya. Lalu, tanpa ragu Sanji langsung melompat ke bawa sembari berteriak. “VIOLEEEET-CHAAAAN!” Teriaknya.

Sanji mendarat dengan teknik Sky Walknya. “Aku terkejut sekali! Tak kusangka kau sekuat itu!” Ucap Violet kagum dengan Sanji. “Tidak, tidak! Siapapun bisa mendeteksi keberadaan Sniper dalam jarak 16 meter dari atas permukaan tanah itu! itu bukanlah apa-apa!?” Ungkap Sanji dengan malu-malu.

Kemudian Violet langsung memeluk Sanji dengan erat. “Kau memang bisa diandalkan!” Seru Violet. Sanji kembali teriak kegirangan, sembari berkata sesuatu di dalam hatinya.

“Wahai Nami-san dan Robin-chan, bagaimana kabar kalian? Sekarang aku sedang dilanda Badai Topan yang bernama Cinta! Aku sekarang sedang jatuh cinta!” Ungkap Sanji dalam hatinya yang sedang berbunga-bunga.

“Yohohohoho! AKU DI SINI UNTUKMU!!” Seru Sanji.

Sementara itu, di pesisir pantai Dressrosa di tempat Thousand Sunny sedang berlabuh. Momonosuke, Nami dan Chopper sedang bermain sembari menunggu waktu luang [Adegan 6].

Di Dek rumput, mereka sedang bermain sandiwara. “Glek...glek...glek...!!” Chopper sedang meminum teh yang disiapkannya untuk Momonosuke. “TIDAAAAAAAAKKK!! SEHARUSNYA KAU TAK MEMINUM SAMPAI HABIS!!” Bentak Momonosuke.

Chopper pun terkejut. “Dengar ya. Pencicip adalah pekerjaan di mana dia memastikan tak ada racun dalam makanan seorang Shogun. Kau mengerti!?” Kata Momonosuke menjelaskan aturan permainannya. Chopper mengangguk. “Lakukan sekali lagi!” Pinta Momonosuke.

“Bawakan aku minuman, Choppaemon!” Ucap Momonosuke yang berperan sebagai Shogun. “Baik! Saya akan segera membawaknnya tuan!” Ucap Chopper sembari bersujud. Chopper berperan sebagai seorang Budak.

Sementara Chopper mengambilkan minuman, momonosuke tiduran di pangkuan paha Nami sembari Nami mengkipasinya. Nami berperan sebagai seorang Selir Wanita. “Bagaimana keadaan Tuan sekarang?” Kata Nami.

“Ah, aku sangat nyaman! Aku benar-benar nyaman!” Ucap Momonsuke sembari mengelus-elus pipinya di paha Nami yang mulus. “Benarkah! Saya senang mendengarkannya” Ucap Nami.

Tiba-tiba Nami merasakan ada seseorang lagi yang tiduran di Pahanya yang sebelah lagi. “Saya juga merasa Nyaman! Yohohohoho!” Ucap Brook ikut-ikutan tidur di paha Nami.

“DUAGHHHHHHH!!!!” Nami memukul kepala Brook dengan sangat kerasnya. “GUBRAKKKKK!!” Brook terpental dengan sangat jauh. “GYAAAAAAAAAAA!!”

“Tu...tunggu, itu sakit Nami-san!” Keluh Brook. Nami dengan seramnya berwajah menakutkan kepada Brook. “Kukira tadi ada pesta tidur di pangkuanmu!” Pikir Brook. “PESTA MACAM APA ITU!” Teriak Nami.

Kemudian, Chopper mendekati Brook. “Brook!” Sapanya. “Dia sedang bermain Shogun!” Kata Chopper. “Main Shogun!?” Tanya Brook.

“Saat kita membiarkan Momo sendirian, dia jadi terlihat serius dan tertekan!” Bisik Chopper pada Brook. “Mungkin dia memikirkan hal-hal mesum di kepalanya!?” Ucap Brook dengan sangat sinis kepada Momonosuke. “TIDAK!! DIA TAK SEPERTI KITA!!” Teriak Chopper.

“Mungkin dia telah mengalami suatu trauma berat di usia semuda itu!” Pikir Chopper merasa kasihan kepada Momonosuke. Brook pun terkejut. “Begitu, aku tak menyadarinya!” gumamnya.

“Dia berpura-pura bersikap ceria supaya kita tak mengkhawatirkannya, mengharukan sekali!” Kata Brook. Kemudian setelah itu, Momonosuke meminta sesuatu kepada Brook. “HOI!!, BONE-KICHI!” Panggil Momonosuke.

“Baik?” Jawab Brook. “Lakukan sesuatu untuk menghangatkan suasana di sini!?” Pinta Momonosuke. “Tidak mau, aku hanya mematuhi perintah Luffy-san...!” Jawab Brook dengan santainya sembari mengupil.

“PLAKKKK!!” Chopper pun memukulnya. “LAKUKAN SAJA!” Bentaknya kepada Brook.

Lalu, Brook pun mengambil gitarnya. “Baiklah, aku akan menyayikan sebuah lagu!” Ucapnya sembari memainkan gitarnya. “JRENGG!! JRENGG!! JRENGG!!”

“Ah bagus!” Seru Momonosuke sembari bertepuk tangan. “SOUL KING!!” Teriak Chopper dengan riangnya.

“JRENGG!! JRENGG!! JRENGG!!” Brook pun segera bernyanyi. “Tidak suka! Aku sangat tak suka! Tak suka! Aku sangat tak suka! Berapa kali pun menguburnya...dia pasti akan kembali lagi! Vitality Corpse! Come on!!”

“OHH YEAAAHHHHH!!!” Teriak Nami, Momonosuke dan Chopper dengan sangat gembira. “Sankyu, Everybody!” Ucap Brook.

Bersamaan dengan selesainya Brook bernyanyi suara pecahan barang terdengar dari dalam kapal. “PRAANNGG!!!” Suara itu mengejutkan mereka berempat.

“BRAGH!! GUBRAKK! PRANGG!!” Suara misterius di kapal mereka semakin ramai. “Aku tidak suka ini...!” Gumam seseorang dari dalam kamar. Mereka berempat semakin panik setelah mendegar ada seseorang di kapal mereka.

“Apa yang terjadi dengan kapal kita? Kukira di kapal ini hanya ada empat orang saja?” Pikir Nami. “Benar sekali!” Ucap Brook.

Kemudian, muncul suara yang lebih menakutkan dan lebih misterius lagi. “EH, SUARA APA ITU! MENAKUTKAN SEKALI!!” Teriak Brook. “AKU TAKUUUUTTTTT!!” Lanjut Chopper. “O-NAMI!!” Ucap Momonosuke sembari memeluk dada Nami.

Orang misterius itu tiba. “-tiba muncul di dalam kapal yang entah dari mana asalnya. “Aku tak menyukainya, benar-benar tak menyukainya....!” Ucap suara yang bernada parau itu. “Su...su...suara itu berasal dari kamar laki-laki!” Kata Brook.

“AKU TAK MENYUKAINYA!!” Teriak orang yang ada di kamar laki-laki tersebut. “GYAAAAAAAAAA!!” Mereka berempat semakin panik dan ketakutan.

“ADA SESEORANG DI SANA!!” Teriak Brook. “Siapa dia!?” Tanya Chopper.

Orang itu sedang melakukan sesuatu di dalam kamar Laki-laki. “APA YANG SEDANG TERJADI!!” Teriak orang itu dari dalam kamar.

“WAAAAAAAAAAHHHH!!” Kepanikan semakin menjadi-jadi. “A...a...Apa yang terjadi!?” Tanya Brook. “Chopper, Bone-kichi! Periksalah!” Pinta Nami kepada mereka berdua. “EHHHHHHHHHHHHHH!!” Teriak Brook dan Chopper ketakutan.

“Kurasa tak ada pilihan lain!?” Kata Brook sembari melirik kepada Chopper. “ya!” Jawab Chopper. Kemudian, mereka berdua mengendap-endap medekati kamar laki-laki. Kemudian Brook pun membuka pintu kamar berlahan. “KREEEEEEKKKK!!”

Sebuah tampilan yang tidak biasa terjadi di kamar tersebut, semua barang-barang yang ada di dalam kamar laki-laki tersebut. Semuanya berubah menjadi lukisan Abstrak.

“A...A...APA YANG SEDANG TERJADI DI SINI!!!” Teriak Nami.

Kembali ke Colosseum Corrida [Adegan 1], di sebuah lorong yang sepi. Vice Admiral Maynard terluka. “Ha...hahhh...hah...!”

“Bagaimana ini bisa terjadi!” Ucapnya sembari menahan sakit di lengan kanannya yang berlumuran darah.

“Hehahahaha! Kau terlalu lemah dan ini seperti lelucon, Tuan Angkatan Laut!” Balas Bartolomeo. Kemudian, Maynard kembali berusaha menyerang Bartolomeo. “EHYAAAAAAAAAA!!”

Dengan santainya, Bartolomeo hanya mengeluarkan kedua lengannya dari saku dan lalu dia segara menyilangkan jari tengah ke jari telunjuknya di kedua tangannya. Pertarungan mereka berdua tidak diperlihatkan.

Entah beberapa lama kemudian, Seorang Staff Colosseum mencari dan memanggil para peserta yang belum masuk ke arena. “PARA PESERTA BLOK B! ADA CAPMAN DI SINI!? BARTOLOMEO JUGA!!” Teriak Staff itu.

Kemudian, seseorang mendekati Staff Colosseum tersebut. “TAP! TAP! TAP! TAP!!” Ternyata dia adalah Bartolomeo. “Ah, Kau bartolomeo kan? Pertarungan Blok B akan segera dimulai!” Kata Staff tersebut.

“Baik!” Jawab Bartolomeo sembari berjalan. Staff itu pun bertanya soal Capman kepada Bartolomeo. “Apa kau melihat peserta lain yang bernama Capman!?” Tanya Staff itu. “Kurasa tidak!” Jawab Bartolomeo.

Sementara itu, dari kejauhan terlihat Maynard terkapar dengan posisi yang sama dengan Gambia di tempat pembuangan sampah. Bartolomeo berhasil mengalahkan seorang Vice Admiral tanpa luka sedikutpun. Maynard yang seharusnya masuk menjadi peserta Blok B dengan nama Capman, kini pingsan tak berdaya akibat ulah Bartolomeo.

Sementara itu, pertandingan Blok B akan segera di mulai. Luffy kehadiran teman untuk menonton pertandingan tersebut. “Bolehkah aku menontonnya bersamamu, Lucy!?” Ucap Cavendish yang mendekati Luffy. “Ya tentu saja!” Jawab Luffy sembari tersenyum pada Cavendish.

Lalu, Bartolomeo pun mulai menaiki tangga dan menuju arena pertarungan Colosseum. “BAIKLAH PESERTA SELANJUTNYA ADALAH, PESERTA YANG TERLAMBAT DI BLOK B!! HANYA DALAM WAKTU SATU TAHUN DIA MEMBUAT DIRINYA TERKENAL DAN MEMASUKI DUNIA BARU!! SEORANG PEMULA GILA DAN BRUTAL!! DIA TELAH MEMANGGANG BEBERAPA BAJAK LAUT DAN MENUSUKNYA, LALU MEREKAMNYA! DAN DIA JUGA MELEDAKAN BEBERAPA PENDUDUK TAK BERSALAH!! DIALAH YANG MENDUDUKI PERINGKAT PERTAMA SEBAGAI BAJAK LAUT MEREPOTKAN YANG PALING INGIN DISINGKIRKAN!!” Teriak komentator memperkenalkan latar belakangnya Bartolomeo.

Bartolomeo lambat laun mulai memasuki arena. Kemudian, sampailah dia di tengah-tengah arena Colosseum. “INILAH DIA, BAJAK LAUT! BARTOLOMEO!!!” Seru sang Komentator memperkenalkannya.

Sambil bergaya dan menujuk para penonton, Bartolomeo melecehkan para penonton yang menyaksikan pertandingan Colosseum. “KALIAN SEMUA!! PERGILAH KE NERAKA!! Teriak Bartolomeo.

Bersambung....

Karakter


Link Luar

Anime versi Teks

Navigasi Situs

Episode Sebelumnya Episode Selanjutnya
Arc Dressrosa
Chapter Manga
700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710
711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721
722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732
733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743
744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754
755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765
766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776
777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787
788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798
Episode Anime
629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639
640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650
651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661
662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672
673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683
684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694
695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705
706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716
717 718 719 720

Also on Fandom

Random Wiki