Fandom

Wikia One Piece

Roronoa Zoro/Riwayat

< Roronoa Zoro

1.173pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png
Roronoa Zoro
Manga - Anime

Statistik
Kanji: ロロノア・ゾロ
Debut: Chapter 3; Episode 1[1]
Julukan: "Pemburu Bajak Laut" (海賊狩り Kaizoku Gari?)
Afiliasi: Bajak Laut Topi Jerami (kru pertama)
Status: Bajak Laut
Jabatan: Pendekar Pedang; Pemburu Hadiah (mantan)
Lahir: 11 November[2]
Usia: 19 tahun (debut)[3];
21 tahun (timeskip)[4]
Tinggi: 178 cm (debut)[5];
181 cm (timeskip)[6]
Nilai Buruan: Berry Kecil.png 60.000.000 (debut);
Berry Kecil.png 120.000.000 (enies lobby)[7]
Pengisi Suara: Kazuya Nakai; Megumi Urawa (zoro kecil); Wataru Takagi (Ova)

Riwayat

Masa Lalu

Janji Zoro kepada Kuina

Saat masih kecil, Zoro mendatangi Dojo (perguruan pedang) milik Koshiro sambil menantangnya demi mendapatkan pengakuan. Koshiro mengajukan syarat kalau ia dapat mengalahkan putrinya Kuina, ia akan mengakui kemampuan Zoro, akan tetapi jika ia kalah maka Zoro harus mau berlatih di bawah bimbingannya. Zoro kemudian bertanding dengan Kuina, namun dapat dikalahkan dengan mudah. Sesuai kesepakatan, Zoro kemudian berlatih pedang di bawah asuhan Koshiro. Tidak terima dengan kekalahannya, Zoro kembali mengajukan pertarungan ulang. Hingga pertarungan ke 2000 mereka, Zoro tetap tidak bisa mengalahkan Kuina. Diam-diam, Zoro menantang Kuina sekali lagi namun kali ini menggunakan pedang sungguhan. Kuina menyanggupi, lalu mereka bertanding di tengah malam. Lagi-lagi ia kalah dan menangis kesal karena merasa gagal mencapai impiannya menjadi pendekar pedang nomor satu di dunia. Mendengar hal ini, Kuina menghibur Zoro dan percaya kalau ia bisa melakukannya suatu hari nanti karena ia adalah seorang pria. Kuina mengatakan bahwa dia pun memiliki impian yang sama, namun dia tahu dengan pasti kalau dia tak akan bisa menggapainya. Ayahnya telah menjelaskan bahwa seorang perempuan tak akan bisa menjadi pendekar pedang yang hebat, dan kemampuannya akan menurun saat mereka bertambah dewasa. Zoro berang mendengar alasan Kuina sambil mengatakan jika ia bisa mengalahkannya nanti, hal itu terjadi karena ia lebih hebat darinya, bukan karena dia seorang perempuan. Mereka kemudian saling berjanji jika salah satu dari mereka akan menjadi pendekar pedang terbaik di dunia. Keesokan harinya, Zoro mendengar kabar kematian Kuina karena sebuah kecelakaan. Ia kemudian meminta pedang milik Kuina, Wadou Ichimonji kepada Koshiro. Untuk memenuhi janjinya pada Kuina, Zoro berlatih keras setiap hari hingga ia menjelang dewasa.

Mencari Mihawk

Zoro mendengar rumor kehebatan Dracule "Mata Elang" Mihawk yang dijuluki pendekar pedang terbaik di dunia. Ia berniat mencari Mihawk untuk menantangnya bertarung. Dalam usahanya, ia berprofesi sampingan sebagai seorang pemburu bajak laut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya dalam waktu singkat, kehebatannya tersebar dari kawasan East Blue hingga mencapai Grand Line. Mendengar reputasi Zoro, Baroque Works menawarinya kesempatan bergabung. Namun ia menolak, bahkan mengalahkan Mr. 7, agen Baroque Works yang diutus untuk menemuinya. Dalam perjalanannya kemudian, ia bertemu Yosaku dan Johny, sesama pemburu hadiah dan menjalin pertemanan dengan mereka.

East Blue Saga

Cerita Kapten Morgan

Zoro tiba di kota Shell yang dikuasai oleh seorang kapten Angkatan Laut yang jahat, Kapten "Tangan Kapak" Morgan. Dalam sebuah insiden, Zoro menyelamatkan seorang gadis kecil yang bernama Rika dari serangan anjing buas milik Helmeppo, anak Kapten Morgan. Helmeppo menjadi marah dan menghukum Zoro dengan mengikatnya pada sebuah tiang tanpa diberi makan selama sebulan. Zoro menyetujui hukuman tersebut karena Helmeppo juga mengancam Rika dan Ibunya.

Bertemu Luffy

Beberapa hari sebelum waktunya Zoro dibebaskan, Luffy dan Coby tiba di kota itu. Luffy menemui Zoro dan mengajaknya bergabung, namun ia menolak dengan tegas menjadi seorang bajak laut. Setelah mendengar rencana Helmeppo akan mengeksekusi Zoro, Luffy memukul Helmeppo hingga ia mengadu kepada ayahnya untuk membalas dendam.

Luffy kembali berusaha mengajak Zoro bergabung. Kali ini Zoro berubah pikiran dengan syarat meminta Luffy mendapatkan katananya kembali. Setelah menerobos markas kapten Morgan, Luffy berhasil mendapatkan katananya kembali dan tiba tepat waktu saat regu tembak mulai menembak Zoro. Tak ingin mati sia-sia, Zoro menerima tawaran Luffy. Mereka berdua kemudian mengalahkan kapten Morgan sekaligus memukul Helmeppo.

Arc Kota Orange

Mencari Navigator dan Pertempuran dengan Buggy Badut

Setelah meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut, Zoro dan Luffy menyadari bahwa mereka tidak tahu bagaimana untuk menavigasi, dan mulai mencari navigator. Luffy yang awalnya berniat untuk mencari makanan justru terbawa oleh burung Pinky dan meninggalkan Zoro di kapal. Zoro datang dengan tiga orang dari Bajak Laut Buggy yang berniat untuk merampas kapal dari Zoro.

Setelah mereka menemukan identitas Zoro, mereka ketakutan dan tunduk dan mulai mendayung untuk dia. Di Kota Orange, Luffy berhasil tertipu oleh Nami, dia diikat, dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan sebagai tipuan kepada Buggy. Nasib sial datang kepada Luffy yang terarahkan sebuah meriam, untungnya Zoro datang tepat waktu dan menyelamatkan Luffy dan Nami dari kru Buggy. Zoro mendapatkan luka tusuk di bagian perut akibat meremehkan Buggy. Buggy telah memakan Buah Iblis Bara Bara no Mi yang membuatnya kebal akan serangan senjata tajam. Meskipun demikian, Zoro berhasil membalik meriam yang tadinya ditujukan kepada Luffy sekarang mengarah kepada Buggy dan krunya sebagai gantinya. Setelah meriam ditembakkan pada mereka, Zoro mengangkat kurungan besi tersebut dan membawanya pergi sejauh beberapa blok.

Setelah ditemukan Boodle, walikota Kota Orange, Zoro beristirahat dan tidur di depan rumahnya sampai rumah itu dihancukan oleh Mohji dan Richie. Zoro lalu bangun dari puing-puing, dan segera diadu melawan Cabaji, pasangan kedua Buggy. Selama pertarungannya dengan Cabaji, Cabaji menggunakan cara kotor dengan menyerang luka Zoro setiap kali dia memiliki kesempatan.

Jika aku tidak dapat menggulingkan semua orang yang menyebut dirinya pedang (seperti Cabaji), maka aku harus menyerah akan mimpiku sendiri untuk menjadi perdekar pedang terkuat
— Tegas Zoro kepada Cabaji

Ketika sedang sengit bertarung Buggy membantu Cabaji dengan cara kotor juga, namun dihentikan oleh Luffy tidak mengizikan Buggy ikut campur dalam duel mereka. Pada saat ada celah, Zoro dapat melakukan satu serangan yang membuat Cabaji mengakui kehebatan Zoro. Zoro menyatakan bahwa jika dia tidak bisa menggulingkan semua orang yang menyebut diri mereka pedang, seperti Cabaji, maka dia harus menyerah akan mimpinya sendiri untuk menjadi pendekar terhebat. Cabaji kemudian dikalahkan oleh Zoro dengan satu serangan pamungkas "Oni Giri (鬼斬り Oni Giri?)" yang menebas bagian dadanya. Setelah Cabaji tumbang, Zoro juga jatuh, mengklaim bahwa ia butuh istirahat setelah perjuangan yang melelahkan. Saat ia jatuh ke tanah, Cabaji tertegun bahwa ia, bersama dengan kru mematikan Buggy lainnya dikalahkan oleh "pencuri amatiran ". Zoro merespon:

Kami bukanlah sekelompok pencuri melainkan kami adalah sekelompok Bajak Laut
— Tegas Zoro kepada Cabaji

Zoro kembali tertidur saat itu dimulai pertarungan Luffy melawan Buggy .

Ketika Bajak Laut Buggy telah dikalahkan, warga kota kembali ke kota, dan melihat walikota mereka pingsan. Warga yang salah paham atas hal itu menyalahkan Luffy yang menyatakan bahwa mereka adalah bajak laut, dan akhirnya warga kota mengejar mereka keluar dari kota, meskipun terhenti karena intervensi Shushu. Nami kemudian setuju untuk sementara bergabung dengan Zoro dan Luffy, dan ketiga berlayar kembali dalam dua perahu kecil yang mereka peroleh.

Arc Desa Syrup

Seorang dalam Peti

Setelah kejadian Buggy di Kota Orange, kru kemudian datang singgah ke Pulau Hewan Langka. Di sana mereka bertemu dengan seorang pria yang tersangkut pada sebuh peti harta karun bernama Gaimon. Luffy kemudian berteman dengannya dan membantu memenuhi keinginan Gaimon. Gaimon memutuskan untuk tinggal di pulau dan menolak tawaran sebagai anggota kru kapal. Namun karena Zoro yang tertidur di rakit sepanjang waktu, ia tidak pernah secara pribadi bertemu Gaimon.

Duel dengan Kapten Kuro

Para kru kemudian tiba di Pulau Gecko. Setelah mendarat, mereka bertemu Usopp, pengacau lokal Desa Syrup dan pemimpin dari Bajak Laut Usopp. Setelah beberapa kesalahpahaman tentang mereka yang datang ke pulau, mereka menemukan bahwa Usopp dan temannya, Kaya yang sepanjang hari terbaring di tempat tidur, tetapi baik-baik saja karena dijaga oleh banyak pelayan Merry dan Klahadore. Luffy percaya Kaya akan mampu memberikan mereka sebuah kapal, sehingga mereka dapat bergerak maju untuk mengarungi lautan. Setelah insideng Klahadore dengan Usopp, Usopp dan Luffy pergi ke tempat dimana ia biasa merenung. Sementara itu, Nami, Zoro dan anak-anak ( Bajak Laut Usopp ) kedatangan seorang tamu yang aneh, Jango.

Setelah Usopp berlari histeris melewati mereka dan berteriak bahwa Klahadore adalah bajak laut, mereka pergi mencari Luffy. Luffy menegaskan bahwa Klahadore sebenarnya adalah Kapten Kuro, yang berencana membunuh Kaya dan mendapatkan semua hartanya. Usopp kembali tapi memberitahu anak-anak bahwa itu hanya sebuah omong kosong, kemudian mereka kecewa kepada kapten mereka sendiri karena Usopp berbohong untuk menyakiti orang bukannya untuk menghibur. Topi Jerami mendapatkan banyak rasa simpatik terhadap Usopp karena telah menipu anak-anak demi keselamatan mereka. Kemudian lanjut pada rencana Usopp, ia membuat jalan masuk para bajak laut licin dengan minyak agar mereka kewalahan dan tidak dapat memasuki desa. Namun semua usahanya sia-sia karena ia baru ingat bahwa disisi lain pulau terdapat jalan masuk juga. Zoro mengalami kesialan disini karena ia ditarik oleh Nami dan terpleset hingga ia harus melewati jalan licin tadi.

Tepat sebelum Nami dan Usopp tewas, Zoro dan Luffy tiba untuk melawan kru Kuro. Jango menghipnotis seluruh kru untuk meningkatkan kekuatan mereka tetapi tidak sengaja menghipnotis Luffy juga. Akhirnya Jango terpaksa menghipnotis Luffy untuk tidur lagi, ddan secara tidak sengaja lagi menyebabkan kru Kuro tumbang karena tertimpa anjungan kapal yang dipegang oleh Luffy. Sementara itu Jango memanggil penjaga kapal Nyanban bersaudara, Buchi dan Sham, yang memulai melawan Zoro. Mereka berhasil melucuti semua pedang Zoro kecuali satu. Hal ini mengakibatkan Zoro harus berjuang dengan perjuangan yang berat untuk melawan kerjasama tim Buchi dan Sham, tanpa dua pedangnya. Ia melindungi Usopp dari ancaman dengan membiarkan dirinya terneka serangan kecil Usopp. Beberapa saat kemudian Kuro muncul dengan rasa muak terhadap apa yang dilakukan Bajak Laut Kuroneko.

Zoro tetap bertarung dengan ketidak untungan karena ditolong Nami yang mampu untuk memulihkan pedangnya dan menendang dia, membuatnya berhasil mengalahkan Nyanban bersaudara, tetapi Buchi bangkit kembali dan dihipnotis oleh Jango sehingga bisa melukai Zoro lebih cepat. Nami kemudian berlari untuk membangunkan Luffy, dan Jango mencoba menghentikannya dengan chakram miliknya, tetapi pada detik terakhir Nami menginjak wajah Luffy yang membuat dia terbangun dan menghentikan Chakram dengan tubuh karetnya. Usopp memerintahkan krunya untuk membawa pergi Kaya; ketiga anak itu lalu membawa Kaya pergi ke hutan, sementara Kuro mengirimkan Jango untuk mengejar mereka. Zoro mengalahkan Buchi dan kemudian berlari dengan arahan Usopp yang ada di punggungnya untuk menyelamatkan Kaya dan anak-anak tadi (karena Usopp tidak bisa bergerak akibat luka-lukanya dan Zoro membutuhkan dia sebagai pemandu di dalam hutan), sedangkan Luffy berhadapan dengan Kuro dan pergerakan cepatnya yang seperti kilat juga sepuluh pisau jari yang mematikan.

Akhirnya Jango bertemu dengan targetnya dan dengan mudah mengalahkan anak-anak itu. Kaya kemudian mengancam akan bunuh diri dengan Chakram milik Jango dalam rangka menghentikan Jango yang menyiksa kru Usopp dan mengijinkan Jango untuk memaksanya menandatangani keinginan Kuro untuk "secara hukum" mendapatkan kekayaannya setelah dia meninggal. Zoro dan Usopp tiba dan Usopp membuktikan bahwa dirinya lebih berguna daripada kelihatannya, saat membantu Zoro mengalahkan Jango dan menolong Kaya juga anak-anak dengan kemampuan menembaknya.

Usopp memutuskan selama akibat dari berita tentang penyerangan bajak laut asli mungkin terlalu menjengkelkan untuk para penduduk desa dan akan mempengaruhi ketenangan pikiran mereka karena bajak laut biasanya tidak datang untuk keluar dari desa. Jadi Usopp memerintahkan semua orang untuk tetap menjaga rahasia itu, dimana Kaya dan krunya setuju. Kaya, sangat berterima kasih pada Bajak Laut Topi Jerami, dan memberi mereka kapal miliknya, Going Merry. Usopp juga sangat berterima kasih pada mereka, dan sekarang memiliki kepercayaan diri untuk membubarkan kru bajak lautnya dan pergi keluar untuk menjadi bajak laut sungguhan. Usopp memberikan ucapan selamat tinggal pada Topi Jerami, yang menjadi bingung dan mengatakan kepadanya untuk berhenti dan naik ke atas kapal bersama mereka sebagai bagian dari kru.


Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan

Also on Fandom

Random Wiki