Fandom

Wikia One Piece

Wawancara dengan Eiichiro Oda by Misaki C Kido

1.172pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Mark1.png 'Selamat membaca!. Anda dapat membantu Wikia One Piece dengan mengembangkannya dan Follow Kami di Twitter. Kami mohon maaf karena Wikia ini dalam proses pengembangan. Mark1.png

Wawancara Eiichiro Oda dengan Misaki C. Kido
Waktu : Maret 2012

Wawancara Oda X Misaki C Kido(1).jpg
Wawancara Oda X Misaki C Kido(2).jpg
Wawancara Oda X Misaki C Kido(3).jpg

~~Ikut berlayar bersama kami menuju petualangan terbesar… sebuah wawancara eksklusif dengan salah satu pencipta manga paling original d Weekly Shonen Jump – Eiichiro Oda, sang dalang kreatif dibalik kisah One Piece! Simak untuk mengetahui sumber inspirasi Eiichiro Oda, pilihan mengejutkannya akan kelompok bajak laut mana yg ingin dia masuki, dan banyak lagi!!~~

M(Misaki) : Dunia One Piece memiliki banyak jenis bajak laut dengan gaya yang berbeda-beda. Bagaimana dan kapan Anda memutuskan untuk menulis manga tentang bajak laut?

EO (Eiichiro Oda) : Sejak kecil aku suka bajak laut. Sebagai bocah aku suka sekali dengan anime berjudul Vicke the Little Viking. Anime ini bercerita tentang bocah yg mengagumi Viking, dan impiannya adalah menjadi salah satu dari mereka saat dewasa. Saat aku menggali informasi tentang bajak laut untuk One Piece, aku baru sadar kalau Viking itu salah satu tipe bajak laut. Aku merasa pasti bakal keren bila berada dalam satu tim dengan teman-temanmu, seperti yang ada di serial Vicke. Mungkin bukan perbandingan terbaik, tapi aku merasa bahwa spirit dari serial ini terbawa dalam pekerjaanku saat ini.

M : Bila Anda bisa bergabung dengan kelompok bajak laut yang ada di One Piece (kecuali Topi Jerami), yang mana yang akan Anda pilih dan apa alasannya?

EO : Hmm, kecuali Topi Jerami… Ku rasa bakal keren berada di antara kru Buggy. Mereka terlihat carefree, dan pastinya bakal menyenangkan juga karena bawahan bisa dapat akrab dengan kaptennya. Namun kalau aku benar-benar kuat, Aku ingin bergabung dengan Bajak Laut Kurohige.

M: Andai kau bisa merekomendasikan turis yang ingin mengunjungi Grand Line, tempat mana yang akan Anda rekomendasikan dan mengapa?

EO : Kalau aku jalan-jalan ke Grandline, aku akan mampir ke Skypiea karena segalanya serba empuk. Aku jadi teringat saat naik pesawat terbang dan melihat awan-awan dari jendela. Aku pikir orang dewasa sekali pun pasti bakal senang kalau berkunjung ke sana.

M : Manga buatan Anda populer tidak hanya karena action-nya yg luar biasa, tetapi juga karena adegan-adegan yang menyentuh hati (kami sering meneteskan “air mata laki-laki” saat di kantor). Apa rahasiamu sehingga bisa memunculkan respon yang begitu emosional dari orang-orang?

EO : Masalahnya, aku ini orangnya mudah bosan. Kalau manga-ku hanya bercerita tentang action saja, atau komedi saja, atau adegan-adegan cengeng saja, aku akan dibuat bosan lebih cepat dari siapapun. Jadi aku terus mengubah gaya ceritaku untuk menjaga semangatku saat menggambar serial ini. Rahasianya? Satu-satunya cara supaya aku bisa memikirkan banyak ide baru adalah dengan banyak makan atau banyak tidur.Itu satu-satunya yg bisa kupikirkan, soalnya manusia bisa memikirkan hal-hal baru ketika mereka sudah mencapai batas. Jadi setiap kali aku menyelasaikan manuskripku, aku akan merasa sangat lelah setelahnya.

M : Bukan rahasia lagi kalau hasil penjualan manga Anda begitu fenomenal, bahkan memecahkan rekor di Jepang. Tapi konsistensi dalam manga Anda tidak banyak berubah dari akarnya, masih sama murni dan jujurnya dengan saat awal cerita. Apa rahasia Anda dalam mencapai kesuksesan?

EO : Sampai hari ini, aku tidak pernah benar-benar merasakan tekanan untuk “harus sukses”. Aku selalu mencoba untuk fokus membuat manga demi satu pembaca, karena dalam kebanyakan kasus, kau sendiri yang membaca manga buatanmu. Jadi setiap kali aku menggambar manga, dalam pikiranku aku hanya memiliki satu pembaca, yaitu diriku sendiri yang masih berumur 15 tahun. Kalau membayangkan pendapat orang lain agak sulit, jadi aku mengubah diriku menjadi remaja 15 tahun untuk menilai apakah cerita buatanku keren atau tidak. Aku selalu mencoba untuk menjadi diriku apa adanya, supaya mudah diterima oleh anak-anak yang membaca manga-ku.

M : Bagi pembaca, fakta bahwa kisah Brook sudah direncanankan sejak Laboon diperkenalkan adalah hal yang luar biasa. Sebenarnya sejak kapan Anda mulai merencanakan cerita One Piece, dan apa teknik yang Anda gunakan?

EO : Di pikiran ku hanya ada satu yang pasti : ending cerita One Piece, tak ada yang lain. Tapi dengan mengetahui ending cerita, aku bisa meyulam ceritaku dengan membuat arc-arc sebagai pembangunan cerita menuju ending.

M : One Piece memiliki Color Spreads yang indah, bagaimana proses pembuatannya dan butuh waktu berapa lama?

EO : Aku sering menggambar ilustrasi berwarna. Akhir-akhir ini, waktu yang kubutuhkan untuk memutuskan apa yang akan ku gambar justru lebih lama dari waktu untuk menggambarnya. Soalnya kalau ide dalam kepalaku belum komplit, aku jadi mudah bosan saat menggambar. Jadi sebelum aku benar-benar terpikir apa yang akan ingin kugambar, aku akan terus berpikir, kadang sampai seharian. Aku merasa sekarang lebih sulit untuk memilih apa yang akan ku gambar daripada saat aku memulai serialisasi One Piece dulu.

M :Film, acara TV, atau musik apa yang menginspirasi manga buatan Anda?

EO : Aku sering mendengarkan musik saat membuat manga. Aku menyukai genre musik apa saja, entah itu musik jepang atau luar negeri. Aku membuat playlists berbeda untuk menjadi soundtrack setiap Arc, dan playlists itu akan kudengarkan berulang-ulang selama aku bekerja.

M : Manga Digital, seperti Weekly Shonen Jump, mulai dirilis di U.S. Apa pendapat Anda tentang Manga Digital?

EO : Aku rasa digital itu keren untuk manga selama tidak mengurangi kenikmatan sesungguhnya saat membacanya, soalnya aliran panel dan penggunaan spread di One Piece cukup unik dibandingkan manga tradisional. Tapi aku sih selalu membayangkan kalau membaca manga digital itu nggak beda jauh dengan membaca versi cetakannya, tidak ada yg lebih baik atau lebih buruk.

M : Anda mau memberi salam untuk disampaikan kepada para penggemar di U.S. yang menikmati serialmu lewat Weekly Shonen Jump?

EO : Saat kalian membaca One Piece, kalian mungkin menjumpai adegan-adegan aneh yang hanya bisa dimengerti pembaca Jepang. Tapi mohon dimaklumi ya,, karena aku mencoba menciptakan dunia yang bisa dinikmati oleh siapa saja di mana saja.

Link Luar

Also on Fandom

Random Wiki